Diduga Usai Konsumsi MBG, 117 Siswa SMPN 1 Kras Kediri Alami Gejala Keracunan

admin
Diduga Usai Konsumsi MBG, 117 Siswa SMPN 1 Kras Kediri Alami Gejala Keracunan

KEDIRI | MDN – Sebanyak 117 siswa SMP Negeri 1 Kras, Kabupaten Kediri, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, diare, mulas, hingga pusing setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program tersebut.

Peristiwa itu bermula setelah para siswa menerima dan mengonsumsi menu MBG pada Kamis (23/7). Tidak lama berselang, sejumlah siswa mulai merasakan gejala gangguan kesehatan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Akibat kondisi tersebut, proses belajar mengajar pada Jumat (24/7) turut terdampak. Berdasarkan data sekolah, sebanyak 117 siswa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar karena masih mengalami keluhan kesehatan.

Kepala SMP Negeri 1 Kras, Soedjito, membenarkan adanya laporan siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari Program MBG. Menurutnya, beberapa siswa bahkan harus dipulangkan lebih awal lantaran kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk tetap mengikuti pembelajaran.

“Hari ini pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sudah kami panggil untuk evaluasi,” ujar Soedjito.

Meski demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa. Saat ini, sampel makanan telah dikirim untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau dipengaruhi faktor lain.

Sebagai langkah penanganan, tim dari SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mendatangi SMPN 1 Kras. Mereka melakukan evaluasi menyeluruh, berkoordinasi dengan pihak sekolah, sekaligus menelusuri penyebab insiden yang terjadi.

Selain menggelar rapat koordinasi di ruang kepala sekolah, tim juga meninjau kondisi sejumlah siswa yang sempat mendapatkan penanganan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Sementara itu, Koordinator SPPI Kabupaten Kediri, Ahmad Gunawan, belum memberikan penjelasan mengenai penyebab dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, proses penanganan dan penyelidikan masih berlangsung.

“Kita belum tahu,” katanya singkat saat dimintai keterangan terkait penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Pihak sekolah berharap hasil uji laboratorium dapat segera diterima sehingga penyebab pasti kejadian tersebut dapat diketahui. Hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi dasar evaluasi bagi seluruh pihak terkait agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berlangsung lebih aman, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Kasus ini juga menambah daftar insiden serupa yang sebelumnya terjadi di sejumlah daerah. Pada beberapa kejadian terdahulu, puluhan hingga ratusan pelajar dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG. Namun demikian, setiap peristiwa tetap memerlukan investigasi dan hasil pemeriksaan laboratorium agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah sebelum ditarik kesimpulan. [Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *