Warta  

Hadapi Hama Tanaman, Polisi Kediri Dampingi Petani di Desa Manggis

admin
Hadapi Hama Tanaman, Polisi Kediri Dampingi Petani di Desa Manggis

KEDIRI | MDN – Persoalan hama dan gulma menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi petani dalam menjaga hasil pertanian. Karena itu, pendampingan dilakukan langsung di lahan agar persoalan yang muncul bisa diketahui sejak awal.

Kanit Binmas Polsek Puncu Polres Kediri Aiptu Didik Hariyadi turun mendampingi kelompok tani di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, dalam mendukung program ketahanan pangan, Minggu (9/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Didik ikut melihat kondisi tanaman sekaligus berdiskusi dengan petani mengenai berbagai hama dan gulma yang menyerang lahan. Pendampingan dilakukan untuk membantu petani mencari langkah perawatan yang sesuai agar pertumbuhan tanaman …
Tak Sekadar Ruang Keagamaan, Kapolres Kediri Sebut Majelis Taklim Punya Peran Strategis

Kediri— Ruang pertemuan majelis taklim tak hanya menjadi tempat masyarakat belajar dan memperdalam ilmu agama. Di balik pertemuan rutin yang berlangsung di berbagai wilayah, ada jaringan komunikasi yang dekat dengan warga dan berpotensi menjadi kekuatan sosial untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.

Peran itulah yang disoroti Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. saat menghadiri Rapat Kerja Pengurus Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kabupaten Kediri periode 2026-2031 di Aula Kemenag Kabupaten Kediri, Minggu (9/8/2026).

Rapat kerja tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru FKMT dalam menyusun program untuk lima tahun ke depan. Di hadapan pengurus, AKBP Latif memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan harapan agar program yang dirumuskan tidak berhenti pada agenda internal organisasi, tetapi memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut Beliau, kedekatan majelis taklim dengan masyarakat membuatnya memiliki posisi yang cukup penting dalam membangun komunikasi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif.

“Majelis taklim ini punya peran yang luar biasa. Bukan hanya soal kegiatan keagamaan, tetapi juga bagaimana komunikasi dengan masyarakat bisa terbangun dan nilai-nilai kebaikan serta karakter terus ditanamkan,” ujar AKBP Latif.

Dari sisi kepolisian, ruang komunikasi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban. Semakin banyak jalur komunikasi yang terbuka, semakin mudah pula berbagai persoalan di masyarakat dibicarakan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

“Mudah-mudahan dari rapat perdana ini lahir program yang benar-benar bermanfaat, baik untuk umat maupun masyarakat Kabupaten Kediri. Yang paling penting, apa yang sudah baik ini bisa terus berlanjut,” tutur Beliau.

Raker FKMT menjadi awal bagi pengurus periode 2026-2031 untuk menentukan arah organisasi sekaligus merumuskan program kerja ke depan. Bagi Polres Kediri, keberadaan forum seperti FKMT membuka ruang kolaborasi yang lebih dekat dengan masyarakat, bukan hanya ketika persoalan muncul, tetapi sejak nilai, komunikasi, dan kepedulian dibangun dari lingkungan warga. [Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *