Warta  

Lereng Lawu Membara Ditekan Doa, Warga dan Aparat Gelar Salat Istisqa di Ngawi

admin
Lereng Lawu Membara Ditekan Doa, Warga dan Aparat Gelar Salat Istisqa di Ngawi

NGAWI | MDN – Menghadapi ancaman nyata kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem di kawasan Gunung Lawu, ikhtiar lahiriah tak lagi berjalan sendiri. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jogorogo dan Kendal bersama TNI-Polri, Perhutani, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat menempuh jalan spiritual dengan menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Pelaksanaan salat memohon hujan yang digelar pada Jumat (18/9/2026) ini diikuti sekitar 80 jamaah. Bertindak sebagai imam adalah Kepala KUA Jogorogo Hamam Nasir, S.Hi., M.H., sementara khotbah disampaikan oleh Penyuluh Agama, Masrukan.

Kombinasi antara penjagaan teritorial di lapangan dan doa bersama ini dipilih sebagai langkah komprehensif. Mengingat ekosistem Gunung Lawu yang rentan saat musim kemarau, mitigasi tidak hanya bertumpu pada patroli fisik, tetapi juga mengetuk pintu langit.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Jogorogo Iptu Supriyanto, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merefleksikan keseriusan seluruh elemen daerah dalam membentengi kawasan Lawu dari bencana ekologis.

“Salat Istisqa ini menjadi wujud ikhtiar batiniah kita bersama. Selain upaya teknis di lapangan yang terus digencarkan, doa dipanjatkan agar segera turun hujan sehingga potensi karhutla di wilayah Jogorogo, Kendal, dan sekitarnya dapat diredam,” ujar Iptu Supriyanto.

Kehadiran lintas instansi mulai dari BPBD Ngawi, Perhutani BKPH Lawu Utara, jajaran Koramil dan Polsek setempat, hingga tokoh agama menunjukkan soliditas penanganan darurat lingkungan di kaki Gunung Lawu. Hingga rangkaian ibadah dan doa bersama selesai, situasi di lokasi terpantau aman, khidmat, serta kondusif. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *