Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan Petani Gelar Kegiatan Ubinan Padi untuk Tingkatkan Produktivitas

admin
Kegiatan Ubinan Padi Balai Penyuluh Pertanian

SIDOARJO | MDN – Pada hari Jumat, 9 Agustus 2024, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, bersama petani dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya, melaksanakan kegiatan ubinan di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Kebaron Makmur, Desa Kebaron, dengan luas lahan 10 hektar.

Pelaksanaan ubinan dilakukan di sawah milik Suhermono dan Poniah, masing-masing dengan luas lahan 1.600 m². Varietas padi yang digunakan adalah Inpari 32, yang dikenal adaptif dan hemat air, sehingga cocok ditanam pada musim kemarau seperti saat ini.

Menurut Farid Amrullah, S.P., Penyuluh Wilayah Binaan setempat, kegiatan ubinan ini rutin dilakukan di Desa Kebaron setiap kali musim panen padi tiba. “Dengan kegiatan ubinan ini, para petani bisa mengetahui perkiraan hasil dari tanaman padinya. Walaupun kegiatan ini hanya sekedar menghitung, namun secara sosial hal ini bisa berdampak pada kesadaran petani untuk meningkatkan hasil tanamannya,” ujarnya.

Kegiatan Ubinan Padi Balai Penyuluh Pertanian 2Senada dengan Farid, Nurul Anna Yanti, S.Pt., Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Tulangan, menyatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan tidak hanya di Desa Kebaron, tetapi di seluruh desa se-Kecamatan Tulangan. “Kegiatan ini bisa menjadi sarana bagi Penyuluh Pertanian dalam membuka wawasan pola pikir tentang teknologi pertanian. Metode ubinan juga menerapkan teknik-teknik yang membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu. Selain itu, ubinan juga bisa menjadi tolak ukur keberhasilan dalam usaha pertanian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dilakukan evaluasi bersama untuk perbaikan usaha tani yang akan datang,” paparnya.

Ubinan adalah salah satu cara memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran, dan penimbangan. Padi yang akan dilakukan kegiatan ubinan adalah padi yang sudah siap panen.

Kegiatan ubinan ini memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui. Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam kegiatan ubinan secara sederhana adalah alat panen padi, terpal, kantong, dan timbangan. Secara garis besar, tahapan dalam kegiatan ubinan yaitu:

  1. Menentukan petak sawah atau lahan yang akan dilakukan kegiatan ubinan. Kegiatan ubinan minimal dilakukan di dua titik dengan ubinan (petakan) berukuran 2,5×2,5 m per hektar sawah padi.
  2. Memetakan atau memberi tanda pada hasil pengukuran dari kedua lokasi tersebut dengan menggunakan alat ubinan.
  3. Memotong padi yang ada di dalam petakan yang telah diukur dengan alat ubinan.
  4. Memisahkan bulir padi dari batangnya.

Adapun rincian hasil ubinan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Kebaron Makmur, Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo adalah sebagai berikut:

Plot I

  1. Rata-rata jumlah anakan: 22
  2. Rata-rata tinggi tanaman: 75 cm
  3. Rata-rata jumlah bulir: 147
  4. Panjang/tinggi malai: 25 cm
  5. Hasil ubinan: 5,84 kg (7,47 ton/hektar)
  6. Harga Gabah Kering Panen (GKP): Rp 6.600/kg

Plot II

  1. Rata-rata jumlah anakan: 28
  2. Rata-rata tinggi tanaman: 75 cm
  3. Rata-rata jumlah bulir: 147
  4. Panjang/tinggi malai: 25 cm
  5. Hasil ubinan: 5,82 kg (7,44 ton/hektar)
  6. Harga Gabah Kering Panen (GKP): Rp 6.600/kg . [SDW]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *