Warta  

KNPI Gowa Serukan Dukungan Pemerintah di Hari Nelayan Nasional ke-64

admin
Knpi gowa serukan dukungan pemerintah di hari nelayan nasional ke 64

Knpi gowa serukan dukungan pemerintah di hari nelayan nasional ke 64 2SUNGGUMINASA, GOWA | MDN – Nelayan merupakan salah satu profesi yang memiliki kontribusi besar dalam menopang kebutuhan pangan nasional dan meningkatkan pendapatan negara. Selain petani, nelayan menjadi penyumbang utama bagi perekonomian Indonesia. Namun, harapan masyarakat nelayan belum sepenuhnya terwujud akibat penerapan aturan birokrasi yang sering kali membuka celah untuk praktik pungli di berbagai lapangan.

Melalui momentum peringatan Hari Nelayan Nasional, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gowa menyerukan pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan berbagai regulasi yang tumpang tindih antara pusat dan daerah. Ketua Komisi Kelautan dan Perikanan DPD KNPI Gowa, Sarif Maulana, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak aturan yang membingungkan dan berpotensi menghambat aktivitas nelayan.

“Nelayan saat ini kebingungan dengan regulasi yang seakan saling buang tanggung jawab antara pusat dan daerah. Sistem Penangkapan Ikan Terukur yang diterapkan justru menambah hambatan bagi nelayan di lapangan. Sebagai warga kampung pesisir di Desa Salajangki, saya memahami betul kesulitan yang mereka hadapi,” ujar Sarif saat memberikan pendampingan kepada nelayan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD KNPI Gowa, Zainuddin, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi dan melakukan pengawasan terhadap oknum-oknum yang melakukan pungli. Ia berharap pemerintah dapat mempermudah akses nelayan dalam mendapatkan pelayanan serta bantuan yang layak.

“Jika masih ada oknum nakal, kami tidak akan ragu untuk melakukan aksi demonstrasi. Nelayan adalah penyumbang besar bagi anggaran negara, dan regulasi yang dikeluarkan hendaknya mendukung kesejahteraan mereka, bukan memberatkan,” tegas Zainuddin.

KNPI Gowa juga menyoroti pentingnya mendukung komunitas nelayan seperti yang ada di Dusun Pammandongan, Desa Salajangki, Kecamatan Bontonompo Selatan. Dengan pendekatan yang serius terhadap regulasi dan pengawasan, nelayan dapat berkembang menjadi bagian integral dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Hari Nelayan Nasional bukan sekadar perayaan, tetapi juga panggilan untuk memberikan perlindungan, penghargaan, dan kesejahteraan bagi mereka yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan negara. Saatnya pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait membuka ruang untuk mendukung nelayan dengan penuh komitmen. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *