NUNUKAN | MDN – Upaya penyelundupan narkoba kembali digagalkan oleh Satgas Pamtas RI–Malaysia, Batalyon Artileri Medan 11/Guntur Geni Kostrad. Dalam operasi yang dilakukan di Desa Tanjung Aru, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (11/4/2025), petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 124 gram.
Dansatgas Pamtas RI–Malaysia, Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, mengonfirmasi bahwa narkoba tersebut ditemukan dalam sebuah oven di sebuah rumah di Jalan Walter Monginsidi. Operasi ini dilakukan setelah Satreskoba Polres Nunukan memberikan informasi mengenai adanya penyimpanan narkoba di lokasi tersebut.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Satgas Intel Kodam VI/MLW dan kepolisian untuk melakukan penggeledahan di rumah target yang dihuni oleh MB (38). Setelah pemeriksaan, narkoba ditemukan tersimpan dalam oven,” ungkap Gde dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).
Asal dan Jaringan Peredaran Masih Diselidiki
Meski barang bukti telah diamankan, pihak berwenang masih mendalami asal muasal sabu tersebut, termasuk bagaimana barang haram itu masuk ke wilayah perbatasan dan jaringan yang terlibat dalam peredarannya.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jalur distribusi dan keterlibatan pihak lain,” tambahnya.
Perang Melawan Narkoba di Wilayah Perbatasan
Dansatgas menegaskan bahwa aparat keamanan terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba, terutama di wilayah perbatasan yang rawan penyelundupan. Sinergi yang terjalin antara TNI dan Polri menjadi langkah strategis dalam menjaga keamanan masyarakat serta memastikan stabilitas nasional tetap terjaga.
“Keberhasilan operasi ini merupakan bukti koordinasi yang solid antara unsur TNI dan Polri. Kami akan terus berupaya melindungi wilayah perbatasan dari segala ancaman, termasuk peredaran gelap narkoba,” tegasnya.
Langkah berkelanjutan seperti ini diharapkan dapat mengurangi aktivitas penyelundupan narkoba serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika. Operasi serupa akan terus dilakukan guna menjaga keamanan di wilayah perbatasan RI–Malaysia. [Thos]













