Daerah  

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan dan Dorong Pemberdayaan Masyarakat Ponorogo

admin
Gubernur khofifah salurkan bantuan dan dorong pemberdayaan masyarakat ponorogo
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan dan Dorong Pemberdayaan Masyarakat Ponorogo

PONOROGO | MDN – Melanjutkan upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat Ponorogo, Rabu (14/5/2025). Setelah sebelumnya melakukan penyaluran di Kabupaten Bondowoso, Khofifah memastikan program bansos terus berjalan guna memberikan solusi konkret bagi permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui bansos yang diberikan kepada penerima manfaat. Harapannya, langkah ini mampu menekan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah.

Dalam acara yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, sebanyak 145 penerima manfaat hadir dalam penyaluran bantuan triwulan pertama tahun 2025. Mereka terdiri dari 30 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dan lima penerima bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD).

Selain itu, Khofifah juga menyalurkan Zakat Produktif kepada 50 orang penerima program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur (KIP Putri Jawara). Masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu. Ke depan, mereka akan menerima bantuan tambahan senilai Rp3 juta untuk mendukung pengembangan usaha yang telah dijalankan.

“Para penerima Zakat Produktif ini adalah calon penerima program KIP Putri Jawara. Mereka adalah perempuan tangguh yang menjalani peran sebagai single parent, ibu dari anak disabilitas, atau lansia rentan,” imbuhnya.

Khofifah menegaskan bahwa program KIP Putri Jawara akan diperluas dan secara resmi diluncurkan secara masif pada Juni 2025, setelah peluncuran awal pada 21 April 2025. Program ini bertujuan memberikan dukungan bagi perempuan di Jawa Timur dalam membangun usaha mereka secara lebih mandiri.

Sebagai bentuk apresiasi, Khofifah juga memberikan tali asih kepada berbagai pilar sosial yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan masyarakat. Mereka terdiri dari pendamping PKH Plus, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta pendamping penyandang disabilitas.

Selain penyaluran bantuan sosial, Khofifah memberikan perhatian khusus bagi calon siswa Sekolah Rakyat dari keluarga prasejahtera berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Setiap siswa menerima bantuan berupa sepasang sepatu sekolah sebagai dukungan pendidikan mereka.

Lebih jauh, Pemprov Jatim juga mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi sejumlah desa di Ponorogo. Lima desa mendapatkan dana Rp100 juta untuk pemberdayaan BUMDesa, tiga desa menerima Rp100 juta untuk program Desa Berdaya, dan dua desa lainnya menerima Rp249 juta melalui program Jatim Puspa untuk pemberdayaan usaha perempuan.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga menjadi jalan bagi masyarakat Ponorogo untuk keluar dari berbagai kesulitan ekonomi,” pesan Khofifah kepada penerima manfaat.

Sebagai informasi, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk program bansos di Ponorogo sepanjang tahun 2025. Bantuan ini mencakup PKH Plus senilai Rp2,5 miliar untuk 1.276 keluarga, ASPD senilai Rp302 juta untuk 84 jiwa, serta KIP PPKS Jawara sebesar Rp6 juta bagi dua penerima manfaat.

Pada tahap pertama penyaluran triwulanan, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp686 juta, terdiri dari Rp612 juta untuk PKH Plus dan Rp74 juta untuk ASPD. Selain itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan anggaran Rp160 miliar untuk program bantuan sosial di seluruh wilayah Jawa Timur sepanjang tahun 2025.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap dapat mendorong masyarakat keluar dari belenggu kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *