Daerah  

Kesetaraan Gender di Tuban Makin Membaik, IKG Turun Drastis dalam Lima Tahun Terakhir

admin
Kesetaraan gender di tuban makin membaik, ikg turun drastis dalam lima tahun terakhir 2

Kesetaraan gender di tuban makin membaik, ikg turun drastis dalam lima tahun terakhirTUBAN | MDN – Kabupaten Tuban terus menunjukkan perkembangan positif dalam mengurangi ketimpangan gender. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban mencatat bahwa Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2024 turun menjadi 0,213, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,359. Tren ini menegaskan kemajuan dalam menciptakan lingkungan yang lebih setara bagi perempuan di berbagai sektor.

Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Tuban, Suzatmo Putro, mengungkapkan bahwa penurunan IKG ini mencerminkan perbaikan nyata dalam tiga dimensi utama, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan perempuan, serta partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja.

“IKG yang semakin mendekati nol menunjukkan bahwa ketimpangan gender semakin berkurang. Capaian tahun ini menjadi bukti bahwa Tuban terus bergerak menuju kesetaraan gender yang lebih baik,” ujar Suzatmo, Jumat (16/7).

Lebih lanjut, IKG Kabupaten Tuban sudah berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur, yang tercatat sebesar 0,347, menempatkan Tuban sebagai salah satu daerah dengan tingkat kesetaraan gender yang lebih baik dibandingkan banyak wilayah lain di provinsi tersebut.

Berdasarkan data lima tahun terakhir, penurunan IKG di Tuban terjadi secara konsisten. Pada tahun 2019, indeks masih berada di 0,511, kemudian turun bertahap menjadi 0,501 pada 2020, 0,494 pada 2021, 0,417 pada 2022, 0,359 pada 2023, dan akhirnya mencapai 0,213 pada 2024.

Perbaikan ini menunjukkan bahwa berbagai kebijakan dan program pembangunan yang berfokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan mulai menunjukkan hasil yang nyata.

Dalam aspek kesehatan reproduksi, akses layanan kesehatan maternal semakin meningkat. Data menunjukkan bahwa hanya 0,002 persen perempuan usia 15–49 tahun melahirkan di luar fasilitas kesehatan, sedangkan proporsi perempuan yang melahirkan anak pertama di bawah usia 20 tahun masih tercatat 0,251. Meski angka tersebut masih perlu perhatian, edukasi dan akses layanan kesehatan telah menjadi prioritas dalam mengatasi permasalahan ini.

Dari aspek pemberdayaan, keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang terus meningkat. Sebanyak 23,43 persen perempuan usia 25 tahun ke atas telah menyelesaikan pendidikan minimal SMA, meski angka ini masih lebih rendah dibandingkan laki-laki yang mencapai 33,11 persen.

Di bidang politik, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif mencapai 22 persen pada 2024, naik dari 14 persen pada periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan semakin berperan dalam pengambilan kebijakan dan kepemimpinan di daerah.

Selain itu, partisipasi perempuan dalam dunia kerja juga mengalami peningkatan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan mencapai 59,41 persen, semakin mendekati angka partisipasi laki-laki yang sebesar 89,92 persen.

Dengan tren positif ini, Kabupaten Tuban menjadi contoh bagaimana kebijakan yang inklusif dan responsif gender mampu menghasilkan perubahan nyata. Meski masih ada tantangan dalam meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan dan menekan angka kehamilan usia dini, berbagai program yang telah berjalan memberikan harapan bagi kemajuan kesetaraan gender ke depan. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *