Warta  

Wapres Gibran Tanam Padi dan Dialog dengan Petani Ngawi: Dorong Ketahanan Pangan

admin
Wapres gibran tanam padi dan dialog dengan petani ngawi dorong ketahanan pangan

NGAWI | MDN – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Kabupaten Ngawi pada Sabtu (24/5/2025) dengan agenda utama mendukung sektor pertanian. Salah satu momen berkesan dalam kunjungan ini adalah partisipasi Wapres dalam kegiatan tanam padi bersama petani di Desa Dempel, Kecamatan Geneng.

Dalam suasana yang penuh semangat, Wapres Gibran tidak hanya turun ke sawah untuk menanam padi tetapi juga berbincang langsung dengan para petani. Ia mendengar aspirasi mereka mengenai tantangan yang dihadapi, termasuk kebutuhan dukungan pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

Peninjauan Pabrik Pengolahan Beras Selain menanam padi, Wapres Gibran juga melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan beras milik PT Daya Tani Sembada di Desa Geneng. Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk melihat secara langsung proses produksi dan distribusi beras serta memastikan peran sektor swasta dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Pengamanan Kunjungan Berjalan Lancar Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kegiatan Wapres berlangsung dengan aman dan tertib. Hal ini berkat kesiapan dan sinergi sebanyak 2.244 personel gabungan TNI-Polri yang dikerahkan untuk memastikan kelancaran kunjungan.

“Alhamdulillah kunjungan Bapak Wakil Presiden di Ngawi berjalan aman, tertib, dan lancar. Semua pihak bekerja sama dengan baik dalam pengamanan,” ujar Kolonel Untoro, yang juga bertugas sebagai Dansatgaspamwil dalam pengamanan kegiatan tersebut.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Ngawi atas antusiasme dan ketertiban yang ditunjukkan selama kunjungan Wapres.

“Kami berterima kasih kepada warga Ngawi yang ikut berperan serta menjaga ketertiban sehingga seluruh agenda dapat berjalan tanpa kendala,” tambahnya.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sektor pertanian di Ngawi semakin maju dan petani mendapat dorongan lebih besar dalam meningkatkan hasil produksi serta kesejahteraan mereka. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *