Warta  

Presiden dan Kapolri Kenakan Bintang Bhayangkara Utama di HUT Bhayangkara ke-79, TNI-Polri Teguhkan Komitmen Melayani Rakyat

admin
Pimpin upacara hut bhayangkara ke 79

JAKARTA – MDN | Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 berlangsung khidmat di Pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertindak selaku inspektur upacara didampingi oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, menandai peringatan ini dengan semangat sinergi dan reformasi berkelanjutan di tubuh Polri.

Momen upacara kali ini menjadi sorotan publik ketika Presiden Prabowo dan Kapolri tampil mengenakan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama—bentuk apresiasi tertinggi dalam lingkungan Polri yang setara dengan penghargaan di matra TNI seperti Bintang Kartika Eka Paksi Utama.

Tanda kehormatan tersebut secara simbolik melambangkan jasa besar dan kontribusi dalam pengembangan institusi kepolisian. Presiden Prabowo menerima penghargaan ini pada 2024 saat menjabat Menteri Pertahanan sebagai bentuk pengakuan atas sinergi dan dukungannya terhadap peningkatan keamanan negara.

“Penghargaan ini mencerminkan hubungan kerja sama strategis dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Inspektur Pengawasan Umum Polri.

Apresiasi Presiden untuk Kinerja Polri

Dalam rangkaian upacara, Presiden Prabowo juga menganugerahkan penghargaan Nugraha Sakanti kepada tujuh satuan kerja Polri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 49/TK Tahun 2025. Penerima penghargaan tersebut antara lain Itwasum, Baintelkam, SSDM, Divisi Humas, Divpropam, serta Polda Aceh dan Polda Sumatera Selatan.

Tidak hanya itu, tiga personel Polri juga dianugerahi tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya atas dedikasi luar biasa melampaui panggilan tugas: Kombes Pol Leonard Marojahan Sinambela, AKBP Rina Lestari, dan Aiptu Didik Darmanto. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50/TK Tahun 2025, dengan penilaian terhadap loyalitas, keteladanan, serta rekam jejak pelayanan tanpa pelanggaran.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kehadiran Polri sebagai pengayom rakyat yang tangguh, bersih, dan profesional.

“Negara ini butuh polisi yang hadir di tengah masyarakat. Yang membela rakyat, melindungi yang lemah, dan menegakkan keadilan tanpa pamrih,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato resminya.

Polri Komit Berbenah dan Terbuka terhadap Kritik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam sambutannya mengakui bahwa Polri terus menjalani proses evaluasi dan pembenahan diri untuk menjadi institusi yang lebih adaptif terhadap harapan masyarakat.

“Kami memahami, kritik dari masyarakat adalah bentuk cinta. Ini menjadi energi agar Polri terus tumbuh dan melakukan inovasi demi menghadirkan pelayanan yang berkeadilan,” tuturnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga momentum reflektif bagi institusi kepolisian dalam memperkokoh integritas dan kepercayaan publik melalui kerja nyata. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *