Warta  

Anjangsana SPN Polda Jatim: Wujud Ketulusan di Balik Perayaan Hari Bhayangkara ke-79

admin
Penuh haru, anjangsana spn polda jatim

MOJOKERTO – MDN | Dalam suasana penuh kehangatan dan keharuan, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur menggelar kegiatan anjangsana sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Bertempat di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan emosional dan tanggung jawab moral terhadap para purnawirawan Polri tetap terjaga, meski mereka telah menyelesaikan pengabdian tugas.

Dipimpin oleh Koordinator Tenaga Pendidik (Koorgadik) AKBP Bambang Setiawan, S.Pd, dan Gadik Madya AKBP Asih Dwi Yuliati, S.I.K., M.Si., mewakili Kepala SPN Kombes Pol Agus Wibowo, kegiatan berlangsung mulai pukul 11.30 WIB dan dihadiri sejumlah pejabat utama SPN Polda Jatim.

Empat tokoh yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan ini—AKBP (Purn) M. Taufik, AKBP (Purn) Sardono, Kompol (Purn) Sutarwin, serta Ibu Sutarso, istri almarhum Kompol (Purn) Sutarso—menyambut hangat rombongan SPN dengan mata berkaca-kaca.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas jasa mereka, SPN Polda Jatim menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan uang tali asih. Momen sederhana namun sarat makna ini memunculkan suasana haru, menegaskan bahwa nilai solidaritas dan kekeluargaan dalam tubuh Polri tetap hidup dan terawat.

“Tema Hari Bhayangkara tahun ini, ‘Polri untuk Masyarakat,’ bukan sekadar slogan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri juga hadir untuk mereka yang dahulu telah memperjuangkan institusi ini,” ungkap AKBP Bambang Setiawan.

Sementara itu, Kompol (Purn) Sutarwin menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia mengakui bahwa kunjungan ini merupakan bukti nyata bahwa Polri tetap peduli dan tidak melupakan jasa para purnawirawannya.

“Saya terharu. Rasa hangat ini tidak bisa diungkap dengan kata-kata. Terima kasih atas perhatian dan kasih sayang dari keluarga besar Polri,” ujarnya dengan suara bergetar.

Kegiatan anjangsana ini juga mencerminkan implementasi dari nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang senantiasa dijunjung tinggi anggota Polri, baik aktif maupun yang telah purna. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan nyata dari filosofi pelayanan Polri sebagai bagian dari masyarakat—menjaga, menghormati, dan menguatkan satu sama lain.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat menjadi warisan budaya korps bagi generasi penerus kepolisian dalam menumbuhkan empati, penghargaan, dan kepedulian terhadap para pendahulu. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *