Daerah  

Lamongan Raih Juara Pertama Indolivestock Innovation Awards 2025 Berkat Inovasi Berkelanjutan di Sektor Peternakan

admin
Pertama indolivestock innovation awards 2025

SURABAYA – MDN | Pemerintah Kabupaten Lamongan menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan tertinggi dalam ajang Indolivestock Innovation Awards 2025, yang digelar di Grand City Convex, Surabaya. Bupati Yuhronur Efendi secara langsung menerima penghargaan Adi Praja Satwa Sewaka Utama dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI.

Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi dan inovasi Pemkab Lamongan dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis keberlanjutan, kesejahteraan peternak, dan ketahanan pangan lokal.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil kerja keras kolektif. Kami terus berkomitmen memperkuat sektor peternakan dengan inovasi yang adaptif dan berkelanjutan,” ungkap Bupati Yuhronur, yang akrab disapa Pak Yes.

Mengangkat tema “Ternak Sehat, Pangan Kuat”, Kabupaten Lamongan dinilai berhasil memadukan pendekatan teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi kelembagaan dalam meningkatkan produktivitas peternakan di daerahnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiah Nurhayati, memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi pilar keberhasilan, di antaranya:

  • Moluska (Modo Lumbung Sapi Kabupaten Lamongan): Meningkatkan populasi dan mutu genetik sapi lokal melalui inseminasi buatan dan layanan kesehatan hewan.
  • Peta Si Udin: Pelatihan berkelanjutan bagi petugas dinas berbasis partisipasi untuk memperkuat pelayanan publik.
  • Terapung Lama: Pemberdayaan peternak ayam kampung dengan peningkatan manajemen budidaya dan akses pasar.
  • Tersapu Jagat: Integrasi sektor peternakan-sawah dengan sistem pertanian nol limbah (zero waste agriculture), berbasis jagung dan sapi.
  • Ombak Si Petra: Asuransi peternakan berbasis pengolahan limbah organik, memperkuat perlindungan usaha peternak.
  • Posyandu Kucing: Inovasi pelayanan kesehatan hewan kesayangan dan pengendalian zoonosis di kawasan urban.

Semua program tersebut, lanjut Shofiah, dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis data, sehingga mampu menjangkau kebutuhan riil di lapangan secara adaptif.

“Kami ingin peternakan Lamongan tidak hanya produktif, tetapi juga tangguh dan ramah lingkungan,” tegasnya.

Dengan torehan ini, Kabupaten Lamongan semakin mempertegas posisinya sebagai daerah pionir dalam pembangunan peternakan modern di Indonesia. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *