Daerah  

Kedungpring Resmi Luncurkan Program Petani Milenial, Dorong Pertanian Berbasis Teknologi

admin
Kedungpring resmi luncurkan program petani milenial, dorong pertanian berbasis teknologi

LAMONGAN – MDN | Semangat regenerasi di sektor pertanian kembali ditegaskan di Lamongan.

Kecamatan Kedungpring meluncurkan program Petani Milenial sebagai langkah konkret menuju pertanian yang berkelanjutan, adaptif, dan modern. Acara peluncuran berlangsung di Pendopo Kecamatan Kedungpring dan dibuka langsung oleh Camat Kedungpring, Noman Kresna.

Dalam sambutannya, Noman menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak utama dalam menjawab tantangan sektor pangan di era disrupsi teknologi.

“Petani milenial bukan hanya simbol regenerasi, tetapi juga motor inovasi yang mampu mengubah wajah pertanian menjadi lebih profesional dan produktif,” ujarnya di hadapan para peserta launching.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimcam Kedungpring, termasuk Kapolsek dan Danramil, serta para koordinator wilayah dari sektor pertanian, peternakan, dan Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA). Kegiatan juga melibatkan seluruh perangkat desa se-Kecamatan Kedungpring yang turut aktif dalam mendukung pelaksanaan program.

Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan pihak swasta, kegiatan ini turut menggandeng Syngenta, perusahaan agribisnis terkemuka. Dalam sesi diskusi, pihak Syngenta memaparkan peran penting pertanian presisi dan inovasi teknologi sebagai kunci menuju ketahanan pangan masa depan.

Program Petani Milenial ini merupakan bagian dari inisiatif “Lumbung Pangan Lamongan” yang berorientasi pada peningkatan kapasitas petani muda dalam mengakses teknologi, informasi pasar, dan manajemen usaha tani berbasis digital.

Kegiatan peluncuran ini diharapkan menjadi momentum untuk menguatkan jaringan kolaborasi lintas sektor, sekaligus mendorong lahirnya generasi petani yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga cakap dalam pengelolaan bisnis pertanian yang kompetitif.

“Kami ingin mencetak petani milenial yang tidak sekadar bertani, tapi juga berjiwa wirausaha, berdaya saing, dan berbasis teknologi,” tambah Noman.

Dengan adanya program ini, Kecamatan Kedungpring semakin mempertegas komitmennya dalam mendukung visi Lamongan sebagai pusat pangan berbasis inovasi dan kemandirian. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *