Daerah  

Cura’ La’ba, Simbol Keseimbangan Hidup Ditampilkan di Ajang Beautiful Malino 2025

admin
Cura' la'ba, simbol keseimbangan hidup ditampilkan di ajang beautiful

GOWA – MDN | Ajang tahunan “Beautiful Malino 2025” kembali menjadi panggung kemegahan budaya dan keindahan alam Sulawesi Selatan. Salah satu penampilan yang memikat perhatian publik kali ini adalah peragaan busana yang menampilkan motif tenun khas Kabupaten Gowa, Cura’ La’ba.

Busana yang dikenakan oleh model anggun dalam balutan warna biru cerah berpadu dengan ungu dan aksen perak itu menggambarkan motif Cura’ La’ba, motif tenun sutra yang menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Gowa. Ciri khas motif ini adalah garis-garis persegi yang saling menyilang, mencerminkan filosofi lokal yang mendalam.

“Cura’ La’ba adalah simbol keseimbangan hidup. Ia merepresentasikan APPA SULAPA’ — empat unsur utama kehidupan yakni api, anging (udara), tanah, dan air. Inilah filosofi Bugis-Makassar yang menjadi dasar harmoni dalam kehidupan manusia,” ujar Bupati Gowa, Hj. St. Husniah Talenrang, dalam kutipannya di sela-sela acara. (12/7/2025)

Penampilan ini tidak hanya menonjolkan keindahan estetika, tetapi juga menyampaikan pesan budaya yang kuat kepada generasi muda dan masyarakat luas. Keikutsertaan motif Cura’ La’ba dalam pagelaran fashion Beautiful Malino menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam melestarikan dan mempromosikan warisan leluhur di pentas yang lebih luas.

Acara Beautiful Malino 2025 sendiri diikuti oleh berbagai daerah di Sulawesi Selatan dengan menghadirkan parade budaya, kuliner tradisional, serta pertunjukan seni yang menyatukan kearifan lokal dalam bingkai kemajuan pariwisata daerah.

Dengan tampilnya Cura’ La’ba sebagai simbol dari Gowa, publik diingatkan bahwa kain bukan sekadar busana, melainkan representasi nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *