Daerah  

950 Mahasiswa Unisla Siap Wujudkan Desa Berdaya Melalui KKN Tematik

admin
6877545a63427

LAMONGAN – MDN | Sebanyak 950 mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) resmi diberangkatkan untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik bertajuk Harvest: Holistic Applied Research & Village Empowerment for Sustainable Transformation, Rabu siang (16/7/2025). Pelepasan berlangsung di Aula Pascasarjana lantai 3 kampus Unisla, dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa KKN menjadi wadah pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa. Mereka ditantang untuk menerapkan ilmu akademik secara langsung di tengah masyarakat desa.

“Meski belum bisa mengubah kondisi sosial ekonomi secara instan, kegiatan KKN ini telah menyemai ilmu ke tengah masyarakat. Ini proses pembelajaran yang sangat penting,” ujar Pak Yes.

Program ini akan menyasar 21 desa di Lamongan selama satu bulan penuh, hingga 16 Agustus 2025. Pemkab Lamongan pun membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan desa melalui 15 program prioritas yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan harmonisasi sosial—selaras dengan agenda nasional yang diusung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Rektor Unisla, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa regulasi perguruan tinggi saat ini menuntut kampus untuk menghadirkan perubahan nyata. Pendidikan bukan hanya menghasilkan lulusan, tapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan ekologi.

“KKN kali ini menjadi langkah konkret merealisasikan regulasi tersebut. Mahasiswa dilatih untuk turun tangan langsung, memahami dinamika masyarakat, dan ikut mendorong transformasi,” ungkapnya.

Unisla juga tengah mempersiapkan KKN internasional yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang. Program ini bertujuan membuka cakrawala mahasiswa untuk belajar lintas budaya dan menggali praktik pembangunan dari negara lain.

Kehadiran 950 mahasiswa di desa-desa Lamongan bukan sekadar pengabdian, melainkan bagian dari gerakan pendidikan berdampak. Jika dilaksanakan optimal, KKN ini berpotensi menjadi katalis bagi transformasi desa menuju masa depan yang berkelanjutan. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *