Ragam  

Di Ujung Senja, Nenek Cele Bertahan Seorang Diri di Rumah Bocor 3×4 Meter

admin
Di ujung senja, nenek cele

TAKALAR – MDN | Usia boleh menua, tapi semangat hidup Cele Dg. Ngiya tak pernah padam. Di usianya yang telah menyentuh 82 tahun, ia menjalani hari-hari penuh keheningan di sebuah rumah sederhana berukuran 3×4 meter, yang sudah lama tak lagi layak huni. Di pelosok Kabupaten Takalar, rumah itu menjadi saksi keteguhan seorang perempuan lansia yang hidup sebatang kara.

Saat hujan datang, langit-langit rumah yang rapuh tak sanggup membendung air. Cele terpaksa memindahkan barang ke sudut-sudut yang lebih kering agar tidak rusak. Malam-malamnya kerap dilalui tanpa tidur, sambil berjaga dari kebocoran yang datang tiba-tiba.

“Kalau hujan, saya tidak bisa tidur. Saya geser barang, takut basah semua,” ucapnya pelan saat ditemui tim MDN.

Meski memiliki lima anak—empat lelaki dan satu perempuan—kondisi ekonomi masing-masing memisahkan mereka dari Cele. Satu-satunya anak yang masih tinggal dekat dan menjadi sandaran hidup, kini tengah menghadapi persoalan hukum. Kesepian semakin terasa, dan ketidakpastian menyelimuti masa tuanya.

Sebagai lansia tidak mampu, Cele tercatat sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah. Selama periode April hingga Juni 2025, ia mendapat bantuan program Sembako, PKH, serta PBI JKN. Meski bersyukur, bantuan tersebut belum cukup untuk membenahi atap bocor yang telah lama mengusik kenyamanannya.

Seluruh pekerjaan rumah ia lakukan sendiri, termasuk memasak dan merawat dirinya dalam keterbatasan tenaga dan kesehatan. Tak ada tempat tidur layak, hanya tikar tipis dan lantai yang menyambut tubuh rentanya saat malam tiba.

Potret kehidupan Nenek Cele mencerminkan realitas yang dialami banyak lansia di Indonesia, khususnya di pelosok daerah. Mereka tak menuntut kemewahan, hanya ingin hari tua yang tenang, tanpa kebocoran di atas kepala, dan tanpa rasa sepi yang menekan jiwa.

Harapan Cele sederhana: atap yang tak bocor dan perhatian kecil dari sekeliling. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk lebih peka terhadap warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *