Warta  

Aplikasi Ayo Kerjo Dorong Jateng Catat Serapan Tenaga Kerja Tertinggi di Indonesia

admin
Aplikasi ayo kerjo dorong jateng

Aplikasi ayo kerjo dorong jateng 3SEMARANG – MDN | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus memperluas akses informasi ketenagakerjaan bagi masyarakat. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi Ayo Kerjo, layanan berbasis digital yang menyediakan informasi lowongan kerja secara daring dan dapat diakses 24 jam.

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, mengatakan aplikasi ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan penyediaan lapangan kerja, sekaligus melengkapi kegiatan job fair dan program pelatihan kerja.

“Lowongan kerja di Jawa Tengah sangat banyak. Tugas kami memfasilitasi akses informasi itu, baik melalui job fair, balai latihan kerja, maupun aplikasi online yang selalu diperbarui,” jelas Aziz, Selasa (26/8/2025).

Pada 21–22 Agustus lalu, job fair di kantor Disnakertrans Jateng menawarkan 6.650 lowongan dari 43 perusahaan, dengan 288 jabatan tersedia. Sebanyak 7.212 orang mendaftar, termasuk 22 pelamar difabel. Sejumlah peserta langsung menjalani tes dan wawancara di lokasi.

Aplikasi Ayo Kerjo yang merupakan pembaruan dari e-Makaryo, terkoneksi dengan sistem informasi 35 kabupaten/kota di Jateng. Hingga kini, tercatat 799.748 pengguna, 181.251 pelamar, 5.634 lowongan aktif, dan 1.957 penyedia kerja terdaftar. Informasi di dalamnya mencakup jabatan, persyaratan, lokasi, cara melamar, hingga perkiraan gaji, termasuk peluang kerja di luar negeri seperti Jepang, Korea Selatan, Uni Eropa, dan Timur Tengah.

Selain layanan digital, Jateng memiliki 37 Balai Latihan Kerja (BLK) yang setiap tahun melatih sekitar 40 ribu peserta. Peserta dilatih sesuai kebutuhan industri dan diarahkan untuk langsung mengisi posisi di perusahaan mitra.

Aziz mengakui masih ada ketidakcocokan (mismatch) antara pelamar dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Karena itu, pihaknya gencar melakukan edukasi agar pencari kerja memiliki keterampilan dan sikap yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut, pada triwulan I 2025 serapan tenaga kerja di provinsinya mencapai 97.550 orang, tertinggi secara nasional. Sektor kulit dan alas kaki menyerap tenaga kerja terbanyak, yakni 36.754 orang.

Tingginya serapan tenaga kerja berhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,33% per Februari 2025, dari 4,39% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pekerja penuh waktu juga tercatat signifikan, mencapai 69,70% atau 14,48 juta orang.

Menurut Luthfi, keberhasilan ini tak lepas dari masuknya investasi di kawasan industri seperti KEK Kendal, KIT Batang, dan Jateng Land Demak. Investasi tersebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja formal, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui efek berganda.

“Yang kita perlukan adalah investasi dari luar dan dalam negeri, dan itu harus kita dorong terus,” tegasnya.

Sejumlah pencari kerja mengaku terbantu dengan layanan job fair dan aplikasi Ayo Kerjo. Siska Nur Ramadhani, pelamar asal Semarang, mengapresiasi kesempatan wawancara langsung di lokasi. Sementara Siti Farida, pelamar difabel, berharap semakin banyak perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Perwakilan Bank BRI dan PT Golden Textile Indonesia juga memuji Pemprov Jateng yang memfasilitasi proses rekrutmen, menyebut kegiatan ini efektif mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan.

Dengan kombinasi inovasi digital, pelatihan kerja, dan masuknya investasi strategis, Jawa Tengah bukan hanya mencatat serapan tenaga kerja tertinggi secara nasional, tetapi juga memperkuat pondasi ekonomi daerah melalui keterhubungan langsung antara pencari kerja dan dunia usaha. [SIS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *