Daerah  

PNUP Hadirkan Teknologi Otomatis untuk Petani Bawang Merah di Enrekang: Hemat Energi, Hasil Panen Maksimal

admin
Pnup hadirkan teknologi otomatis untuk petani bawang merah di enrekang

ENREKANG – MDN | Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menghadirkan inovasi tepat guna bagi petani bawang merah di Dusun Pangandangan, Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang. Jum’at (05/09/2025)

Kegiatan ini mengusung tema “Implementasi Sistem Otomatis Penyemprotan Air dan Penerangan dengan Tenaga Surya untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Bawang Merah Berbasis Mikrokontroler” yang diketuai oleh Ir. Musfirah Putri Lukman, S.T., M.T.

Tim pengabdian juga melibatkan para dosen anggota, yakni Nandy Rizaldi Najib, S.T., M.T., Imran Bachtiar, S.T., M.T., dan Desi Widyaningsih, S.St., M.T.. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dengan dihadiri sekitar 40 peserta, terdiri dari petani, aparat desa, dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Kepala Dusun Pangandangan, Kardi, mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif PNUP. Ia berharap teknologi ini dapat mempermudah pekerjaan petani sekaligus meningkatkan hasil panen di wilayahnya.

Ketua Tim PKM, Ir. Musfirah Putri Lukman, menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini bertujuan untuk mengubah pola pertanian tradisional menjadi lebih modern dan ramah lingkungan. Menurutnya, sistem berbasis mikrokontroler dan energi surya ini dapat membantu petani menghemat waktu, air, dan energi tanpa mengurangi kualitas pertumbuhan tanaman.

Sistem ini mengintegrasikan penyemprotan air dan penerangan otomatis yang memanfaatkan tenaga surya sehingga petani tidak lagi bergantung pada listrik PLN atau penyiraman manual. Teknologi ini diharapkan menjadi model percontohan pertanian pintar (smart farming) di kawasan pedesaan.

Selain memberikan pelatihan teknis, tim PKM PNUP juga mendampingi petani dalam pengoperasian alat dengan bantuan mahasiswa PNUP, Fikra Ramadhan dan Zulfiah R., agar mereka dapat menggunakannya secara mandiri.

Ke depan, tim PNUP akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap keberhasilan program ini untuk memastikan dampaknya terhadap produktivitas bawang merah. Tim berharap inovasi sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi petani lain di daerah pedesaan dalam mengadopsi teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *