Ragam  

Dg. Ngepong, Penjaga Nada dan Narasi Leluhur Makassar

admin
Dg. ngepong, penjaga nada dan narasi leluhur makassar

Dg. ngepong, penjaga nada dan narasi leluhur makassar 2TAKALAR – MDN | Di tengah arus modernisasi yang kian deras, seorang seniman tradisional di Polongbangkeng, Kabupaten Takalar, tetap setia menjaga warisan budaya Makassar. Namanya Dg. Ngepong, pria paruh baya yang dikenal sebagai pelestari seni Kacaping dan Sinrili’—dua elemen budaya yang kini nyaris terlupakan.

Selama lebih dari tiga dekade, Dg. Ngepong memetik senar kacaping dan melantunkan syair sinrili’ dengan penuh penghayatan. Bagi dirinya, seni tradisional bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.

“Kacaping itu suara hati, Sinrili’ adalah pesan jiwa. Di dalamnya ada sejarah, doa, dan petuah yang tak lekang oleh waktu,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Minggu (28/9).

Namun, perubahan zaman membawa tantangan tersendiri. Panggung-panggung budaya yang dulu menjadi ruang ekspresi kini lebih banyak diisi oleh musik digital dan hiburan modern. Dg. Ngepong mengaku prihatin melihat generasi muda yang mulai asing dengan seni tradisi.

“Dulu, setiap pesta kampung pasti ada kacaping dan sinrili’. Sekarang, sudah jarang. Rasanya seperti kehilangan bagian dari diri sendiri,” tuturnya dengan nada sendu.

Meski demikian, semangatnya tak surut. Ia terus tampil di acara-acara lokal, mengajar anak-anak desa, dan berharap pemerintah serta masyarakat memberi ruang lebih luas bagi seni tradisional untuk hidup kembali.

“Kalau kita biarkan ini hilang, kita akan kehilangan jati diri. Budaya itu bukan hanya masa lalu, tapi juga fondasi masa depan,” tegasnya. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *