Kepala Kantor Pos Takalar Diduga Dianiaya, Dana BLTS Rp800 Juta Raib — Keamanan Kantor Pos dan Pelayanan Puskesmas Disorot

suhardiman1369
File 0000000082b071fa8ff4ca48837ed688

TAKALAR – MDN | Situasi genting terjadi di Kantor Pos Kabupaten Takalar pada Jumat dini hari (29/11). Kepala Kantor Pos, Suwanto Tahir, dilaporkan diduga mengalami penganiayaan, disertai hilangnya dana BLTS sekitar Rp800 juta yang rencananya akan disalurkan hari ini. Peristiwa ini langsung mengguncang pelaksanaan layanan publik di daerah.

Data awal yang dihimpun menunjukkan bahwa saat kejadian, kantor pos dalam kondisi tanpa sistem pengamanan aktif. CCTV kantor pos dilaporkan tidak berfungsi, sehingga pelaku dengan mudah masuk dan membawa kabur uang negara dalam jumlah besar. Situasi ini memunculkan sorotan tajam terhadap standar keamanan PT Pos Indonesia Cabang Takalar.

Setelah ditemukan dalam keadaan terluka, korban langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat. Namun sejumlah warga yang berada di lokasi menyebutkan bahwa tidak ada sopir ambulans yang standby, membuat proses evakuasi darurat terhambat dan korban terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor menuju RSUD Padjonga Dg. Ngalle. Kejadian ini memicu kritikan publik dan mendorong seruan agar Pelayanan Puskesmas Pattallassang dievaluasi oleh Pemerintah Kabupaten Takalar.

Dari RSUD, kondisi korban yang memerlukan penanganan lanjutan membuatnya dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar sekitar pukul 03.00 WITA.

Meski dana BLTS dinyatakan raib dalam insiden tersebut, informasi terbaru menyebutkan bahwa proses pembagian BLTS tetap dilanjutkan hari ini di kantor Dinas Sosial Kabupaten Takalar. Penyaluran dilakukan dengan pendampingan ketat dari seluruh instansi terkait, untuk memastikan bantuan tetap sampai kepada masyarakat dan situasi tetap terkendali.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Takalar maupun PT Pos Indonesia terkait detail kejadian, hilangnya dana, atau perkembangan penyelidikan. Publik menunggu langkah cepat untuk mengungkap kejadian ini dan memastikan pelayanan publik berjalan aman.

Redaksi masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang. [D’Kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *