Daerah  

Jembatan Banjarsari Rampung: Subandi Tinjau Langsung, Pastikan Aman dan Responsif

admin
Bupati Sidoarjo Pastikan Jembatan Banjarsari Aman

SIDOARJO | MDN – Setelah melalui 75 hari masa konstruksi, Jembatan Banjarsari di Kecamatan Buduran resmi dibuka untuk publik. Proyek yang dimulai pertengahan Oktober 2025 ini rampung tepat waktu pada 30 Desember, dan kini menjadi akses vital bagi mobilitas warga. Namun, di balik peresmian, Bupati Sidoarjo H. Subandi memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa jembatan tak hanya selesai, tetapi juga aman dan nyaman dilewati.

Kunjungan Subandi pada Minggu (11/1) bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengawasan aktif terhadap kualitas hasil pembangunan. Ia menyoroti adanya keluhan warga terkait keretakan tipis pada sambungan aspal antara jalan dan badan jembatan.

“Saya menerima aduan masyarakat. Maka saya datang langsung untuk memastikan bahwa setiap keluhan ditindaklanjuti,” tegas Subandi kepada kontraktor pelaksana di lokasi.

Afif, kontraktor pelaksana proyek, mengakui adanya keretakan tipis dan berkomitmen untuk segera memperbaikinya. Ia menegaskan bahwa jembatan masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan, dan seluruh kerusakan menjadi tanggung jawab penuh pihaknya.

“Betul, kami masih dalam masa pemeliharaan. Setiap kerusakan, sekecil apa pun, akan kami tangani,” ujar Afif.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada penyelesaian fisik, tetapi juga menyangkut akuntabilitas pasca-proyek. Masa pemeliharaan menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas jangka panjang dan kenyamanan pengguna.

Jembatan Banjarsari bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi simbol kepercayaan publik terhadap tata kelola pembangunan. Rampungnya proyek tepat waktu menjadi capaian teknis, namun respons terhadap keluhan warga adalah capaian moral.

Subandi menegaskan bahwa pembangunan harus berpihak pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat. “Saya tidak ingin ada warga yang merasa was-was saat melintasi jembatan ini. Kita harus pastikan semuanya sesuai standar,” ujarnya.

Jembatan Banjarsari kini berdiri kokoh di atas Sungai Buduran, menghubungkan mobilitas warga dan mempercepat arus ekonomi lokal. Namun, yang lebih penting dari struktur beton adalah komitmen pemerintah untuk hadir, mendengar, dan menindaklanjuti.

Ketika pembangunan tidak hanya soal anggaran dan tenggat, tetapi juga soal rasa aman dan kepercayaan, maka jembatan itu bukan hanya penghubung fisik, tetapi juga penghubung antara pemerintah dan rakyatnya. [SWD]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *