Gempa Tektonik M3.1 Guncang Bulungan: Antara Kewaspadaan dan Edukasi Kebencanaan

admin
Gempa Tektonik M3

BULUNGAN | MDN — Jumat (23/01/2026) pukul 18.01 WIB, masyarakat Bulungan, Kalimantan Utara, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3.1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di darat, sekitar 41 kilometer selatan Bulungan, dengan kedalaman 45 kilometer.

Analisis BMKG menunjukkan gempa ini termasuk kategori dangkal, dipicu oleh aktivitas sesar lokal aktif. Meski relatif kecil, guncangan terasa di Tanjung Selor dengan intensitas II–III MMI, yang digambarkan seperti getaran akibat truk besar melintas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa, dan BMKG memastikan tidak terdeteksi adanya gempa susulan.

Gempa dengan magnitudo rendah sering kali dianggap sepele. Namun, para ahli kebencanaan menekankan bahwa peristiwa seperti ini tetap penting sebagai pengingat akan kerentanan wilayah Bulungan terhadap aktivitas tektonik. Kalimantan Utara, meski tidak berada di jalur utama cincin api, tetap memiliki sesar aktif yang berpotensi menimbulkan guncangan.

“Gempa kecil adalah alarm alam. Ia mengingatkan kita bahwa ada dinamika geologi yang terus berlangsung,” ujar seorang pengamat kebencanaan lokal.

Laporan warga menunjukkan sebagian merasakan getaran ringan, sementara sebagian lainnya tidak menyadarinya. Meski tidak menimbulkan kepanikan massal, peristiwa ini menjadi bahan perbincangan di ruang publik. BMKG segera mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak jelas sumbernya, dan memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

Momentum gempa Bulungan menjadi kesempatan untuk memperkuat edukasi kebencanaan. Pemerintah daerah bersama BMKG diharapkan lebih gencar menyosialisasikan langkah mitigasi sederhana, seperti:

  • Mengenali titik aman di rumah atau kantor.
  • Memastikan struktur bangunan tahan terhadap guncangan.
  • Menyimpan perlengkapan darurat seperti senter, obat-obatan, dan air minum.
  • Mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG, bukan dari rumor atau media sosial yang tidak terverifikasi.

Peristiwa gempa M3.1 di Bulungan bukan sekadar catatan seismik, melainkan refleksi atas pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Meski tidak menimbulkan kerusakan, guncangan ini menegaskan bahwa aktivitas sesar lokal tetap aktif dan bisa berulang.

Tantangan ke depan adalah bagaimana pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat dapat membangun budaya tanggap bencana. Dengan demikian, setiap guncangan — sekecil apa pun — tidak hanya menjadi kabar sesaat, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif akan keselamatan. [MT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *