Warta  

Bojonegoro Gelar Kampanye Cegah Stunting dan Kick Off Cek Kesehatan Gratis 2026

admin
Bojonegoro Gelar Kampanye Cegah Stunting

BOJONEGORO | MDN – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi meluncurkan Kampanye Cegah Stunting yang dirangkaikan dengan Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 di Puskesmas Malo, Kamis (22/1/2026). Agenda ini menjadi tonggak awal penguatan layanan kesehatan promotif dan preventif, khususnya bagi ibu hamil dan balita, demi mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat dan berkualitas.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga kesehatan generasi penerus. “Anak-anak adalah masa depan kita. Pemerintah berkewajiban memastikan mereka tumbuh sehat sejak dini,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari kondisi ibu hamil hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Selain ibu, peran ayah juga dianggap krusial. Bupati mengingatkan agar para ayah yang merokok membatasi kebiasaan tersebut demi menjaga kesehatan lingkungan keluarga. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita di seluruh wilayah Bojonegoro.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiyati, menambahkan bahwa Gerakan Bumil Sehat menjadi strategi utama dalam menekan angka stunting. Data tahun 2025 mencatat 13.645 ibu hamil, dengan 201 di antaranya mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) atau sekitar 14,66 persen. Kondisi ini berisiko melahirkan bayi dengan gizi kurang baik.

“Target kami hingga 2029, angka ibu hamil KEK bisa ditekan di bawah 10 persen. Hal ini sejalan dengan upaya penurunan prevalensi stunting,” jelas Ninik.

Ia juga memaparkan capaian positif pada indikator kesehatan ibu dan anak. Angka kematian ibu pada 2025 turun menjadi 5 kasus, jauh lebih rendah dibandingkan 11 kasus pada 2024. Angka kematian bayi juga menurun dari 77 kasus pada 2024 menjadi 76 kasus pada 2025, sekaligus mencatat rekor terendah dalam satu dekade terakhir.

Sebagai langkah nyata, PMT diberikan kepada 2.558 ibu hamil dan menyusui selama 120 hari, serta 7.269 balita selama 56 hari pada tahun 2025. Untuk balita dengan gizi buruk, program diperpanjang 56 hari tambahan. Tahun 2026, PMT ditargetkan menjangkau 1.569 ibu hamil dan 9.345 balita.

Peluncuran kampanye ini juga disertai pemberian PMT secara simbolis kepada ibu hamil dan balita, serta penyerahan alokasi PMT untuk Puskesmas. Pemerintah berharap program ini mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak, sekaligus menekan angka stunting di Bojonegoro. [Bud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *