LAMONGAN | MDN — Banjir yang melanda kawasan Bengawan Njeroh, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sejak hampir dua bulan terakhir, terus menimbulkan dampak serius bagi mobilitas warga. Salah satu titik terparah berada di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, dengan ketinggian air mencapai 70–80 sentimeter. Kondisi ini membuat akses jalan kabupaten lintas kecamatan lumpuh, terutama bagi kendaraan roda dua.
Melihat situasi tersebut, puluhan pemuda dari Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kalitengah bersama PT Sining Nusantara Raya (SNR) dan masyarakat setempat berinisiatif membangun jalan darurat. Dengan peralatan seadanya, mereka memasukkan batu ke dalam karung plastik, lalu menyusunnya di titik terdalam banjir hingga membentuk jalur memanjang yang dapat dilalui sepeda motor.
Ketua PAC GP Ansor Kalitengah, Moh. Iqbal Nuruddin, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari keprihatinan atas banyaknya pengendara yang terjebak dan mengalami kerusakan mesin saat melintasi genangan. “Kedalamannya cukup parah. Kami berkoordinasi dengan muspika dan pemerintah desa, lalu sepakat membuat jalan darurat agar masyarakat tetap bisa beraktivitas,” ujarnya.
CEO PT SNR, Lutfi Ludianto, menyampaikan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk ikut serta dalam aksi kemanusiaan ini. “Jalan kabupaten lintas kecamatan ini sudah terendam hampir dua bulan. Dengan adanya jalan setapak buatan, mobilitas warga diharapkan tidak lagi terganggu, meski tetap harus waspada,” tegasnya.
Inisiatif kolaboratif ini disambut positif oleh masyarakat. Jalan darurat yang dibangun secara gotong royong diharapkan mampu menjadi solusi sementara agar aktivitas ekonomi dan sosial warga tetap berjalan. Meski demikian, warga tetap berharap adanya langkah lebih permanen dari pemerintah daerah untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda kawasan Bengawan Njeroh.
Aksi yang dilakukan PAC GP Ansor Kalitengah bersama PT SNR menunjukkan bagaimana solidaritas sosial dan kepedulian perusahaan dapat bersinergi dalam menghadapi bencana. Jalan darurat ini bukan hanya sekadar jalur alternatif, tetapi simbol kebersamaan masyarakat dalam menghadapi krisis. [NH]













