LAMONGAN | MDN – Pemerintah Desa Deketkulon, Kecamatan Deket, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Lestari Jaya Tahun Anggaran 2025. Agenda yang berlangsung di Aula Desa pada Rabu (4/2/2026) ini berjalan kondusif dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.
Musrenbang tersebut menjadi sarana transparansi laporan kinerja BUMDES selama satu tahun terakhir sekaligus forum diskusi untuk merumuskan strategi percepatan ekonomi desa. Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor pertanian dan pengairan sebagai basis ketahanan pangan lokal.
Acara dihadiri perwakilan Camat Deket, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua BUMDES Lestari Jaya, Kepala Desa Deketkulon Abdul Hamid, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pengurus PKK. Kehadiran beragam elemen ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekonomi desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Abdul Hamid menyoroti perkembangan positif unit usaha BUMDES Grainhos yang tengah memasuki masa panen. Ia menekankan bahwa pertanggungjawaban bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen membangun pilar ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Melalui Grainhos, kami mengembangkan komoditas unggulan berupa melon dan jamur. Produk jamur bahkan sudah diolah menjadi kripik jamur oleh tim kreatif PKK, sehingga memiliki nilai tambah dan memperluas jaringan pemasaran,” ungkap Abdul Hamid.
Abdul Hamid berharap pengelolaan BUMDES semakin profesional dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. “BUMDES Lestari Jaya harus menjadi motor penggerak ekonomi desa, mendukung ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya.
Dengan adanya Musrenbang pertanggungjawaban ini, Pemdes Deketkulon menegaskan komitmen untuk menjaga transparansi, memperkuat sinergi antar lembaga, dan memastikan BUMDES menjadi instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. [AT]













