Warta  

Mundurnya Peserta Peringkat Pertama, Kaur Keuangan Terpilih Jadi Sekretaris Desa Begal

admin
Kaur Keuangan Resmi Jabat Sekretaris

NGAWI | MDN – Proses seleksi mutasi perangkat Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, untuk posisi Sekretaris Desa, menghasilkan keputusan tak terduga. Dari sepuluh peserta yang mengikuti ujian, peringkat pertama memilih mundur sehingga kursi Sekretaris Desa akhirnya ditempati oleh peserta peringkat kedua.

Muhammad Saiful Anwar, Kasi Pelayanan Desa Begal, yang meraih nilai tertinggi 70, menyatakan pengunduran diri di hadapan panitia dan peserta lain. Ia beralasan masih baru 6 bulan menjabat sebagai perangkat desa dan ingin menambah pengalaman sebelum memikul tanggung jawab lebih besar.

“Saya merasa belum pantas menempati posisi Sekretaris Desa. Jabatan saya sebagai Kasi Pelayanan baru berjalan belum ada setahun, sehingga saya masih perlu banyak belajar,” ungkap Saiful Anwar.

Kemudian Saiful Anwar dengan Sadar langsung membuat surat pernyataan resmi di atas materai sebagai bentuk kesungguhan keputusan tersebut. Dengan dasar surat itu, panitia menetapkan Fitra Salma SB, S.Sos, MM, Kaur Keuangan yang meraih nilai 67, sebagai Sekretaris Desa terpilih.

Ketua Panitia Seleksi, Muqit Santoso, S.Ag, M.PdI menegaskan keputusan tersebut sesuai aturan yang berlaku. “Karena bila peringkat pertama mundur, maka otomatis posisi Sekretaris Desa diberikan kepada peserta dengan nilai tertinggi berikutnya,” jelasnya.

Fitra Salma, yang kini resmi menjabat Sekretaris Desa Begal, menyampaikan komitmen untuk menjalankan amanah. “Saya akan berusaha memperbaiki tata kelola administrasi desa agar lebih baik ke depan,” ujarnya.

Pelaksanaan seleksi sendiri berlangsung di Balai Desa Begal dengan pengawasan langsung Camat Kedunggalar, Dr. Arsad Ragandhi, S.IP., M.Si, bersama Kepala Desa Begal, Yusuf Setyono. Yusuf menekankan pentingnya pengisian jabatan Sekretaris Desa yang kosong sejak Januari 2026.

“Sekretaris Desa adalah posisi vital. Kekosongan jabatan tidak boleh terlalu lama agar pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan lancar,” tegas Yusuf.

Seleksi dilakukan secara offline dengan dua tahap: tes tulis untuk mengukur pengetahuan dasar administrasi pemerintahan desa, dan tes komputer untuk menguji kemampuan operasional aplikasi perkantoran.

Dengan terpilihnya Fitra Salma, diharapkan roda pemerintahan Desa Begal kembali berjalan optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *