Daerah  

Tanggulangin Fair 2026 Jadi Ajang Transformasi Perajin Lokal

admin
Pameran Tanggulangin Fair Kembali Digelar

SIDOARJO | MDN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar Pameran Tanggulangin Fair 2026 di Pasar Wisata Tanggulangin, Kamis (5/2/2026). Pameran ini menjadi wadah strategis bagi perajin kulit lokal untuk mempromosikan produk unggulan sekaligus mengenal teknologi manufaktur modern yang dapat mendukung peningkatan daya saing.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH., M.Kn, membuka langsung kegiatan tersebut didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi, jajaran pejabat Pemkab, serta tamu dari PT Honsheng International Trading yang memperkenalkan teknologi mesin jahit otomatis.

Dalam sambutannya, Subandi menegaskan bahwa Tanggulangin sebagai sentra industri kulit memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM. “Pameran ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga sarana edukasi agar perajin mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan tuntutan produksi yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Pemkab Sidoarjo, lanjut Subandi, berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui fasilitasi promosi, pelatihan, pembiayaan, hingga pengembangan kawasan wisata belanja di Tanggulangin. Ia berharap Tanggulangin tidak hanya dikenal sebagai pusat kerajinan, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata belanja modern yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pameran yang berlangsung selama empat hari, 5–8 Februari 2026, diikuti 55 stan. Sebanyak 30 stan menampilkan produk kulit khas Tanggulangin seperti tas, sepatu, dompet, dan jaket, sementara 25 stan kuliner menyajikan makanan tradisional hingga kuliner kekinian.

Salah satu daya tarik pameran adalah kehadiran teknologi industri dari perusahaan asal China berupa mesin jahit komputer dan otomatis. Teknologi ini diperkenalkan sebagai bentuk transfer pengetahuan agar perajin lokal dapat meningkatkan efisiensi produksi tanpa menghilangkan ciri khas seni kerajinan Tanggulangin.

Pameran Tanggulangin Fair 2026 tidak hanya berorientasi pada transaksi penjualan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara tradisi dan teknologi. Dengan langkah konkret ini, perajin diharapkan mampu naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, hingga membuka peluang ekspor. [SWD]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *