Baruna Paddle Club Kuasai Podium Dragon Boat Lamongan 2026

admin
9fbf70a0 487d 4b33 83ff 3fdebf59c3bb

LAMONGAN | MDN – Sungai Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, menjadi saksi lahirnya sejarah baru dalam olahraga dayung Lamongan. Gelaran Ansor Dragon Boat 2026 yang diinisiasi GP PAC Ansor Karangbinangun pada Minggu (09/02/2026) menghadirkan persaingan ketat antar 16 klub dayung se-Kabupaten Lamongan. Namun sorotan utama jatuh pada Baruna Paddle Club (BPC) yang berhasil menyapu bersih podium juara dengan meraih posisi pertama, kedua, dan ketiga sekaligus.

BPC menurunkan tiga tim sekaligus, dan semuanya berhasil menembus babak final hingga menyabet gelar juara. Prestasi ini menjadi pencapaian terbaik klub sepanjang kiprahnya di turnamen lokal. Keberhasilan tersebut bukan hanya soal teknik mendayung, melainkan hasil dari konsistensi latihan dan disiplin yang ditanamkan sejak awal.

Pelatih muda BPC, Indra, menegaskan bahwa kemenangan ini adalah buah kerja keras anak didiknya. “Alhamdulillah, semua keberhasilan ini adalah usaha keras anak-anak. Latihan yang sungguh-sungguh dan konsisten membuat hasil maksimal. Meski masih ada kelemahan, saya berharap mereka tetap konsisten di turnamen lain,” ujarnya.

Keberhasilan BPC semakin istimewa karena sebagian besar atletnya masih berstatus pelajar. Hal ini diungkapkan oleh ofisial tim, M. Taufik, yang akrab disapa Pak RW. “Semua tim punya kesempatan yang sama. Anak-anak kami masih usia sekolah dan minim pengalaman, tapi kerja keras mereka membuat kami bisa melampaui babak penyisihan hingga final,” tegasnya.

Prestasi ini juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMKN 2 Lamongan menyampaikan rasa bangga karena tiga siswanya turut mengharumkan nama sekolah sekaligus daerah. “Luar biasa, apresiasi untuk tim manajer dan pelatih BPC. Siswa kami sudah beberapa kali meraih prestasi, dan kali ini semakin membuktikan bahwa cabang olahraga dayung bisa menjadi kebanggaan Lamongan,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan ini menjadi momentum memperkenalkan olahraga dayung kepada masyarakat luas. Sungai Blawi bukan hanya arena lomba, tetapi juga potensi wisata yang bisa dikembangkan. Dengan dukungan budaya lokal, olahraga dayung berpeluang menjadi ikon baru Lamongan yang memadukan sport tourism dan kearifan lokal.

Keberhasilan BPC menyapu podium juara menjadi inspirasi bagi klub-klub lain di Lamongan. Ajang ini membuktikan bahwa olahraga tradisional seperti dayung masih relevan dan mampu membangun kebersamaan, disiplin, serta kebanggaan daerah. Dengan pembinaan berkelanjutan, Lamongan berpeluang melahirkan atlet dayung yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *