KEDIRI | MDN – Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan tiga tempat ibadah di lingkungan SMP Negeri 3 Grogol. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mendukung penguatan karakter peserta didik melalui pendekatan toleransi dan moderasi beragama di sekolah.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamad Muhsin, M.Pd., serta disaksikan jajaran kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, dan perwakilan orang tua siswa. Prosesi berlangsung khidmat dengan suasana penuh semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Dr. Muhsin menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMPN 3 Grogol yang membangun tiga tempat ibadah sekaligus, yakni mushola, pura, dan gereja, dalam satu kawasan sekolah. Menurutnya, langkah ini menjadi wujud nyata komitmen dunia pendidikan dalam menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai kebangsaan. Kami berharap fasilitas ini menjadi sarana pendidikan moderasi beragama bagi siswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, moderasi beragama harus berpijak pada empat pilar utama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penghargaan terhadap budaya lokal. Keberadaan tiga rumah ibadah di satu lingkungan, lanjutnya, menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun dan harmonis.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Grogol, Musiin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembangunan rumah ibadah tersebut merupakan hasil musyawarah antara pihak sekolah, komite, serta dukungan orang tua siswa. Inisiatif ini lahir dari keinginan menghadirkan fasilitas ibadah yang layak bagi seluruh peserta didik sesuai keyakinan masing-masing.
“Dengan adanya tempat ibadah di sekolah, siswa dapat menjalankan kewajiban agamanya dengan nyaman tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah,” tuturnya.
Ke depan, pihak sekolah juga berencana mengintegrasikan penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan lintas agama, dialog kebhinekaan, hingga aksi sosial bersama yang melibatkan seluruh siswa.
Tokoh masyarakat yang hadir turut memberikan apresiasi. Mereka menilai SMPN 3 Grogol telah memberi contoh konkret implementasi nilai persatuan dan kebangsaan di dunia pendidikan.
Pembangunan tiga tempat ibadah ini akan dilaksanakan secara bertahap, dengan harapan dapat segera dimanfaatkan oleh siswa maupun warga sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri pun berharap program tersebut mampu menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan harmonis.
Melalui peletakan batu pertama ini, SMPN 3 Grogol menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak, toleran, serta cinta tanah air. [Yud]













