KEDIRI | MDN — Ratusan siswa SD Negeri Bedali 1, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menggelar pawai keagamaan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung meriah di sekitar lingkungan sekolah ini menjadi sarana menanamkan nilai religius, toleransi beragama, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika sejak dini kepada para peserta didik.
Dengan mengenakan busana muslim, membawa poster bertema Ramadan, serta melantunkan salawat, para siswa berjalan tertib di sepanjang rute yang telah ditentukan. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar yang turut merasakan semangat menyambut bulan penuh berkah.
Kepala SD Negeri Bedali 1 Kecamatan Ngancar, Siti Srah Endah, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pawai keagamaan menjadi media efektif untuk membentuk karakter anak.
“Ramadan adalah momen yang tepat untuk menanamkan pendidikan karakter. Anak-anak belajar tentang kebersamaan, memperkuat keimanan, sekaligus memahami pentingnya hidup rukun dalam keberagaman. Nilai Bhinneka Tunggal Ika harus dikenalkan sejak usia sekolah dasar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah satu guru SD Negeri bedali 1, Ria Febri. Ia melihat antusiasme siswa sebagai pertanda bahwa kegiatan keagamaan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Anak-anak terlihat bahagia. Mereka mempersiapkan diri dengan penuh semangat bersama bapak ibu guru. Harapan kami, kegiatan ini membuat mereka semakin mengerti arti toleransi, saling menghormati, dan mencintai perbedaan,” tuturnya.
Sementara itu, guru Pendidikan Agama SD Negeri Bedali 1, Bu Nenik, menegaskan bahwa pawai Ramadan bukan sekadar tradisi, namun bagian dari pembelajaran nyata.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa Ramadan adalah bulan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan berbagi dengan sesama. Dalam kebersamaan seperti ini juga tertanam kuat nilai persatuan walaupun kita berbeda-beda,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya merasakan kegembiraan menyambut Ramadan, tetapi juga membawa pulang pesan moral tentang pentingnya kerukunan, persaudaraan, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. [Yud]













