SIDOARJO | MDN – Upaya peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo kembali ditunjukkan dengan diresmikannya fasilitas double deck parkir dan kamar operasi bedah jantung terbuka di RSUD R.T. Notopuro, Jumat (13/2). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn bersama Ketua DPRD Abdillah Nasikh, Sekretaris Daerah Dr. Fenny Apridawati, M.Kes, serta Ketua TP PKK dr. Hj. Sriatun Subandi.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa pembangunan fasilitas baru ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari transformasi pelayanan publik di bidang kesehatan.
“Rumah sakit modern tidak hanya diukur dari kecanggihan alat medis atau kompetensi tenaga kesehatan. Kenyamanan akses, ketertiban layanan, serta pengalaman masyarakat saat menerima pelayanan juga menjadi tolok ukur penting,” ujarnya.
Ia berharap fasilitas baru tersebut dapat memberikan kemudahan akses bagi pasien dan keluarga, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta mendukung keamanan dan kelancaran kerja tenaga medis.
Bupati Subandi menambahkan, pembangunan sepanjang tahun 2025 berjalan tepat waktu dan sebagian besar bersumber dari anggaran mandiri Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ke depan, pengembangan lanjutan direncanakan ke sisi selatan rumah sakit untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.
RSUD R.T. Notopuro sendiri tidak hanya menjadi rujukan warga Sidoarjo, tetapi juga masyarakat dari Pasuruan, Malang, dan daerah sekitarnya.
Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, menjelaskan bahwa pembangunan double deck parkir merupakan bagian dari pengembangan gedung terpadu yang telah direncanakan sejak lama. Selain itu, pihak rumah sakit juga merenovasi sejumlah ruangan menjadi kamar operasi jantung terbuka lengkap dengan fasilitas ICCU.
“Jumlah pasien jantung terus meningkat. Karena itu, kami tidak hanya membangun area parkir, tetapi juga memperkuat layanan bedah jantung terbuka agar masyarakat mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif,” jelas Atok.
Adapun pembangunan double deck parkir menelan biaya Rp24,3 miliar, sementara gedung operasi jantung terbuka sebesar Rp10,2 miliar. Seluruhnya sebagian besar menggunakan anggaran mandiri BLUD.
Dengan status rumah sakit tipe A, RSUD R.T. Notopuro berkomitmen terus melakukan pembenahan dan pengembangan layanan. Pembangunan fasilitas ini diharapkan memperkuat citra rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan modern, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. [SWD]













