GRESIK | MDN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik mengeluarkan taushiyah yang menyoroti pentingnya dukungan dunia usaha terhadap pelaksanaan ibadah para pekerja.
Dalam imbauan yang dirilis pada 26 Sya’ban 1447 H atau bertepatan dengan 14 Februari 2026, MUI meminta perusahaan dan pelaku usaha untuk menyediakan fasilitas ibadah yang layak serta memberikan keringanan bagi karyawan yang menjalankan puasa.
“Lingkungan kerja harus menjadi tempat yang mendukung pelaksanaan ibadah, terutama selama Ramadhan,” ujar Ketua Umum MUI Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, saat ditemui di Kantor MUI, Senin (16/2/2026).
Ia menekankan pentingnya penyediaan sarana ibadah seperti mushalla atau masjid lengkap dengan fasilitas pendukung, agar karyawan dapat beribadah dengan nyaman.
Selain itu, Kiai Rofiq juga mendorong perusahaan untuk memberikan penyesuaian jam kerja, waktu istirahat yang cukup, dan kebijakan lain yang memudahkan karyawan menjalankan ibadah puasa.
“Keringanan ini adalah bentuk empati dan penghormatan terhadap kebutuhan spiritual para pekerja,” tuturnya.
Taushiyah tersebut juga mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah, baik wajib maupun sunnah.
“Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar, tapi juga memperkuat ukhuwah dan memperbanyak amal kebaikan,” tambahnya.
MUI Gresik turut mengimbau pemilik restoran, warung, dan usaha kuliner lainnya untuk menghormati umat Islam yang berpuasa dengan menyesuaikan jam operasional dan layanan selama siang hari.
Di sisi lain, pemerintah daerah diminta berperan aktif menjaga suasana Ramadhan yang kondusif, termasuk stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketertiban umum.
“Ketika suasana tenang dan aman terjaga, umat Islam bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk,” kata Kiai Rofiq.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadhan, serta memakmurkan masjid dan mushalla dengan kegiatan keagamaan seperti tarawih, tadarus, dan aksi sosial.
“Masjid adalah pusat pembinaan umat. Mari kita hidupkan dengan kegiatan yang membawa manfaat,” pungkasnya.
Taushiyah ini diharapkan menjadi pedoman bersama dalam menyambut Ramadhan dengan semangat kebersamaan dan keberkahan. [SL]













