TARAKAN | MDN – Diawal Ramadhan tahun 2026 ini Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara resmi membuka program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 mulai dari 18 Februari 2026 hingga 15 Maret 2026 untuk memastikan ketersediaan uang tunai layak edar bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G. Manik, bersama Wali Kota Tarakan dr. Khairul secara resmi membuka kegiatan ini, hal ini disampaikan Hasiando bahwa “SERAMBI 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”. Tema ini menegaskan peran rupiah sebagai bagian penting dalam tradisi ibadah, berbagi, dan kebersamaan keluarga selama Ramadan dan Idulfitri”, jelasnya.
Program SERAMBI menyediakan layanan penukaran uang di 36 titik resmi yang tersebar di seluruh Provinsi Kalimantan Utara, termasuk 26 titik di Kota Tarakan dan 10 titik lainnya di luar kota. “Masyarakat dapat memesan dan memilih lokasi penukaran melalui platform pintar.bi.go.id,” terang Hasiando.
Dalam rangkaian SERAMBI 2026, Bank Indonesia menyiapkan kebutuhan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp701 miliar, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Paket penukaran yang disiapkan mencapai 5,3 juta lembar, naik dari 4,3 juta lembar pada 2025, menunjukkan komitmen BI untuk memberikan layanan penukaran yang optimal.
Sementara itu Wali Kota Tarakan, Khairul, menyampaikan bahwa acara kick off SERAMBI 2026 dan mengapresiasi upaya Bank Indonesia. “Ramadan dan Idulfitri adalah momen istimewa untuk meningkatkan ibadah, silaturahmi, dan aktivitas ekonomi. Saya mengajak masyarakat memanfaatkan jalur resmi penukaran uang serta merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” katanya.
Akhir kegiatan dilakukan dengan pelepasan mobil layanan penukaran uang, serta sesi foto bersama. Hasiando juga mengapresiasi kolaborasi perbankan dan mitra kerja Bank Indonesia dalam memastikan distribusi uang tunai berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Selain menyediakan uang tunai, Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk selalu mengenali ciri keaslian Rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat uang dengan prinsip 5J: Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi. Dengan sinergi penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi bijak, kelancaran sistem pembayaran selama Ramadan dan Idulfitri 2026 diharapkan tetap terjaga”, tutup Hasiando. [MT]













