Warta  

Pertamina Tambah 28 Ribu Tabung LPG di Tuban, Stok di Pangkalan Tetap Ludes dalam Sejam

admin
Stok LPG 3 Kg di Tuban Ludes dalam Hitungan Jam mdn

TUBAN | MDN – Kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat dirasakan warga Tuban dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian serius dari Pertamina Patra Niaga. Perusahaan energi tersebut melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan di Kecamatan Jenu, Sabtu (11/4/2026), sekaligus menambah pasokan sebanyak 28 ribu tabung untuk menstabilkan kebutuhan masyarakat.

Salah satu lokasi yang disidak adalah pangkalan milik Ristan (50) di Desa Remen. Dari hasil pemantauan, pangkalan tersebut menerima sekitar 140 tabung LPG setiap kali pengiriman dan bisa mencapai lima kali dalam sepekan. Namun, stok di pangkalan itu tetap cepat habis. “Sekarang satu jam saja sudah habis, bahkan saya tidak sempat mengirim ke pelanggan tetap,” ujar Ristan.

Fenomena cepatnya habis stok LPG di tingkat pangkalan menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan menjadi faktor utama kelangkaan. “Distribusi berjalan lancar, tidak ada kendala pengiriman. Namun setiap kali barang datang, langsung habis,” katanya.

Pertamina memastikan penambahan pasokan dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi bersubsidi. Pemerintah, lanjut Ahad, berperan dalam menjaga kestabilan harga, sementara Pertamina fokus memastikan pasokan tetap aman. Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan LPG secara bijak dan sesuai kebutuhan. “Jika kebutuhan normal hanya 3–5 tabung per bulan, jangan membeli hingga 7 atau 8 tabung. Itu tidak wajar dan bisa memicu kelangkaan,” tegasnya.

Selain itu, Pertamina mengingatkan agar LPG bersubsidi tidak digunakan untuk usaha non-mikro. Di Kabupaten Tuban, konsumsi harian LPG mencapai sekitar 52 ribu tabung, sehingga evaluasi distribusi akan terus dilakukan.

“Kami pastikan ketersediaan energi di Jawa Timur, baik BBM, LPG, maupun Avtur, tetap terjaga dan tersedia bagi masyarakat,” pungkas Ahad Rahedi. [ J2 ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *