Ratusan Pendekar Diamankan Polres Lamongan, Bentrok Antar Perguruan Silat

admin
Ratusan Pendekar Diamankan Polres Lamongan, Bentrok Antar Perguruan Silat

LAMONGAN (MDN) – Tawuran antar perguruan silat kembali terjadi di Lamongan. Sebanyak 160 orang yang terdiri dari 156 orang laki – laki dan 4 orang perempuan berhasil diamankan di Polres Lamongan.

Ratusan pendekar silat yang tengah diamankan petugas itu merupakan gabungan dari Lamongan dan daerah lainnya. Peristiwa itu terjadi di jalan raya Sukodadi – Karanggeneng diperkiraka mulai pukul 21.00 hingga 00.30 WIB.

Petugas berhasil mengamankan beberapa orang pelaku tawuran yang kedapatan membawa senjata tajam diantaranya clurit, pisau, ruyung dan alat pemukul lainnya.

Kapolres Lamongan AKBP Bobby A. Condroputra, S.H.,S.I.K.,M.Si menjelaskan, kejadian tawuran itu diawali oleh aksi konvoi yang dilakukan atas dasar undangan via WhatsApp group.

“Kegiatan konvoi tersebut dilakukan atas dasar undangan dalam bentuk flyer atau pesan berantai melalui WAG kelompok salah satu perguruan silat untuk menghitamkan Lamongan,” kata Kapolres, Rabu (28/2).

Menurutnya, Polres Lamongan kini telah melakukan upaya penegakan hukum terhadap salah satu kelompok perguruan silat yang diduga melakukan aksi konvoi yang dilakukan kurang lebih dari 250 sampai 300 orang.

“Aksi konvoi massa diawali dengan kegiatan penggalangan dana di wilayah Sekaran, selanjutnya mereka bergerak menuju Desa Kendalkemlagi Karanggeneng dan di sepanjang jalan yang dilalui mereka melakukan aksi sweeping serta pengeroyokan kepada warga masyarakat yang melintas,” ungkapnya.

Akibat terjadinya tawuran tersebut, 3 orang mengalami luka di bagian kepala dan badan. Ada 5 orang pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam dan alat pemukul lainnya berhasil diamankan dan saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Lamongan.

Sedang pelaku konvoi yang berjumlah 160 orang, terdiri dari 156 orang laki laki dan 4 orang wanita, berhasil diamankan dan masih dalam proses pendataan serta pembinaan.

“Kami juga mengamankan Kendaraan roda dua sebanyak 87 unit, Clurit sejumlah 2 buah, Sabit sejumlah 1 buah, Ruyung 4 buah, pisau 1 buah dan tongkat besi 2 dan gesper plat besi 1 buah serta atribut salah satu perguruan silat berupa bendera dan spanduk,” ujar AKBP Bobby.

“Untuk pelaku konvoi akan dijerat dengan UULAJ no 22 tahun 2009 karena mayoritas menggunakan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi dengan surat – surat yang sah dan menggunakan knalpot brong. Sedangkan para pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam akan dijerat dengan UU Darurat No.12/1951,” tambahnya.

Polres Lamongan akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait kasus tersebut hingga tuntas, dipastikan tidak ada celah sedikitpun untuk pembuat onar yang mengganggu kamtibmas di wilayah Kabupaten Lamongan.

“Kami atas nama Polres Lamongan akan menindak tegas segala bentuk perilaku atau perbuatan di tempat umum yang meresahkan masyarakat,” pungkas Kapolres.

Dengan terjadinya peristiwa tawuran ini, tiga orang diketahui menjadi korban pengeroyokan oleh massa pesilat, antara lain UA (16), D (18) dan Y (16) . untuk saat ini masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit di Lamongan. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *