Warta  

Hari Bhayangkara ke-79: Polri Perkuat Transformasi dan Komitmen Pelayanan Publik

admin
Maknai hari bhayangkara ke 79

JAKARTA – MDN | Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menegaskan jati dirinya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Bertempat di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, peringatan ini menjadi refleksi atas kiprah Polri dalam menjawab ekspektasi publik di era modern.

Dalam keterangannya kepada media, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menekankan bahwa tema tahun ini, “Polri untuk Masyarakat,” tidak sekadar slogan, melainkan komitmen strategis untuk terus berbenah dan mendekatkan diri dengan rakyat.

“Momentum Hari Bhayangkara menjadi cermin untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat profesionalisme, serta membangun kembali kepercayaan publik melalui pelayanan yang cepat, terbuka, dan berkeadilan,” ujar Trunoyudo.

Ia juga menyebut bahwa berbagai agenda peringatan—mulai dari Doa Bersama Lintas Agama hingga Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata—adalah bagian dari rekonstruksi moralitas institusional yang menjadi dasar gerak Polri di tengah dinamika zaman.

Lebih jauh, Brigjen Trunoyudo menyoroti konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan) sebagai wujud transformasi Polri ke arah yang adaptif dan partisipatif. Konsep ini saat ini telah membentuk empat pilar kunci: transformasi organisasi, operasional, pelayanan publik, dan pengawasan.

Transformasi tersebut kini diperluas dengan dukungan terhadap visi pembangunan nasional, salah satunya melalui program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir di sektor strategis lain seperti pangan. Melalui Bakomsus dari latar belakang pertanian dan gizi, kami dorong gerakan desa mandiri pangan,” jelasnya.

Ia merinci bahwa hingga kini, Polri telah membangun 90 unit Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG). Sebagian sudah beroperasi, sebagian dalam verifikasi, dan sisanya sedang dalam tahap pembangunan, termasuk melalui kolaborasi bersama Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB).

Menghadapi era keterbukaan informasi, Trunoyudo menyampaikan bahwa Polri terus mendorong penguatan komunikasi publik yang partisipatif melalui edukasi digital, manajemen media sosial, dan literasi informasi di lingkungan kepolisian.

“Kami menerima kritik sebagai bentuk cinta masyarakat terhadap Polri. Transparansi dan respons cepat adalah landasan penting dalam membangun kepercayaan,” tutupnya.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-79 ini, Polri menegaskan tekadnya untuk tetap hadir sebagai mitra rakyat yang tangguh, adaptif, dan mengayomi, seiring langkah menuju Indonesia yang adil, aman, dan sejahtera. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *