LAMONGAN | MDN – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ulum Mayong, Karangbinangun, Lamongan, menggelar workshop bertema Deep Learning dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna serta berorientasi pada penguatan karakter.
Kepala MI Mambaul Ulum Mayong, Drs. M. Munif, menegaskan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. “Kami berharap guru mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk akhlak mulia dan karakter kuat bagi peserta didik,” ujarnya.
Sebanyak 26 guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut. Workshop menghadirkan narasumber Dr. Achmad Zanuar Ansori, S.Pd., M.Ed., yang menyampaikan materi tentang konsep Deep Learning serta kebijakan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Dalam pemaparannya, Zanuar menekankan tiga prinsip utama pembelajaran mendalam:
- Pembelajaran Berkesadaran, di mana siswa diajak sepenuhnya sadar akan proses belajar.
- Pembelajaran Bermakna, materi tidak sekadar dihafalkan, tetapi dipahami dan diterapkan dalam kehidupan nyata.
- Pembelajaran Menggembirakan, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi.
Selain itu, ia menegaskan peran guru sebagai fasilitator kesadaran, yang mendorong siswa menjadi agen aktif dalam perjalanan belajarnya. Guru juga dituntut mampu mengembangkan materi, mengikuti pelatihan berkelanjutan, serta melakukan evaluasi dan monitoring secara konsisten.
Dengan terselenggaranya workshop ini, MI Mambaul Ulum Mayong berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga beriman, berkarakter, dan berakhlak mulia. [NH]













