Dialog Haru di Sekolah Rakyat Bojonegoro, Gus Ipul Dorong Pendidikan dan Pemberdayaan Keluarga

admin
Dialog Haru di Sekolah Rakyat Bojonegoro

BOJONEGORO | MDN — Suasana haru dan penuh semangat mewarnai kegiatan Dialog Siswa dan Orang Tua Sekolah Rakyat yang digelar di Sekolah Rakyat Bojonegoro, Rabu (21/1/2026). Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk memberikan motivasi kepada para siswa dan orang tua mereka.

Didampingi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas antusiasme ratusan orang tua siswa yang hadir. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat telah berjalan selama lima bulan sejak dibuka pada Agustus lalu.

“Saya sudah berbicara langsung dengan kepala sekolah. Anak-anak mulai betah dan menunjukkan prestasi sesuai minat dan bakat masing-masing,” ujar Gus Ipul.

Lebih dari sekadar pendidikan formal, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. “Anaknya sekolah, insyaAllah orang tuanya juga diberdayakan. Harapannya, anak lulus, keluarga naik kelas, dan rumahnya menjadi layak huni,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan berkembang secara berjenjang dari SD, SMP, hingga SMA. Setiap tahun, sekolah ini akan menerima sekitar 300 siswa. Bagi lulusan SMA, pemerintah akan memfasilitasi akses beasiswa dari Presiden Prabowo Subianto dan pelatihan kerja bagi yang ingin langsung terjun ke dunia kerja.

Gus Ipul juga menegaskan komitmen terhadap keamanan dan kenyamanan siswa. “Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan fisik maupun seksual di Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat. Ia menyebut program ini sebagai wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Bojonegoro.

“Terima kasih atas program yang dicanangkan Presiden. Kami siap melaksanakan dan mendukung penuh Sekolah Rakyat. Semangat terus untuk para siswa dan wali murid,” ujarnya.

Dialog tersebut juga menghadirkan kesaksian menyentuh dari para orang tua siswa. Sri Rohana, warga Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu, mengungkapkan perubahan positif pada anaknya, Eliana Ayatul Husna.

“Anak saya lebih disiplin, ibadahnya teratur, cara bicaranya lebih sopan. Sekolah Rakyat sangat membantu kami, terutama karena pekerjaan saya dan suami tidak menentu,” tuturnya dengan haru.

Hal senada disampaikan Siti Mutmainah, warga Desa Bareng, Kecamatan Ngasem. Ia mengaku bersyukur atas dampak positif program ini terhadap keluarganya.

“Anak saya ada empat. Sekolah Rakyat sangat membantu, baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi. Terima kasih kepada Presiden, Menteri, dan Bupati,” ungkapnya.

Kegiatan dialog ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun masa depan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di Bojonegoro. [Bud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *