TAKALAR | MDN – Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati H. Hengky Yasin menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi digital di seluruh wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan merata.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem pelayanan berbasis digital yang menjangkau desa, kelurahan, kecamatan, hingga kantor pelayanan di tingkat kabupaten. Menurut Bupati Daeng Manye, digitalisasi akan mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan. “Literasi digital bukan hanya soal akses internet, tetapi membangun sistem yang terintegrasi, tertata, dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (30/01).
Salah satu wujud nyata adalah pembangunan Pojok Internet Desa (Poindes) di 50 desa yang kini dimanfaatkan masyarakat dan pelajar. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kapasitas aparatur serta edukasi kepada masyarakat agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif. Langkah ini diharapkan dapat mendukung promosi destinasi wisata serta memperkuat peran pelaku UMKM di Takalar.
Dengan sistem literasi digital yang semakin kuat, proses pelayanan publik kini dapat dilakukan lebih efektif, memangkas birokrasi berbelit, serta meningkatkan akuntabilitas pemerintahan. Digitalisasi juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengakses informasi pembangunan secara lebih luas.
Transformasi digital menjadi bagian dari visi besar Pemkab Takalar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Melalui penguatan literasi digital, kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah akan semakin meningkat,” tegas Bupati Daeng Manye.
Dengan semangat Takalar Cepat, pemerintah daerah menempatkan literasi digital sebagai prioritas utama demi menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat. [D’kawang]













