Warta  

Rakor Keselamatan Perlintasan Rel Digelar Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

admin
Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

LAMONGAN | MDN – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamongan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) keselamatan perlintasan kereta api sebidang. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Operasi Ketupat Semeru yang bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan mobilitas masyarakat selama masa libur panjang.

Rakor berlangsung pada Selasa (3/2) di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP I Made Jata Wiranegara, S.T.K., S.I.K., M.Si. Turut hadir Kadishub Lamongan Drs. Dianto Heri Wibowo, M.I.P., jajaran Kapolsek, perwakilan PT KAI Daop 8, camat dan kepala desa di sepanjang jalur rel, serta unsur Satpol PP.

Lamongan memiliki 81 titik perlintasan sebidang, terdiri dari:

  • 33 titik berpalang pintu dijaga Dishub
  • 29 titik dijaga relawan tanpa palang pintu
  • 19 titik telah ditutup

Data kecelakaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sepanjang 2024 dan 2025 masing-masing terjadi 8 insiden, dengan total 10 korban jiwa. Sementara di awal 2026, sudah tercatat 4 kejadian dengan 3 korban meninggal dunia.

Kasat Lantas memaparkan enam faktor penyebab kecelakaan, mulai dari minimnya penjagaan hingga kurangnya pemahaman masyarakat. Ia menekankan perlunya pelatihan penjaga, penambahan sarana komunikasi, serta penutupan akses jalan kecil yang berisiko.

“Jika tidak ada sumber daya untuk penjagaan, sebaiknya perlintasan ditutup pada malam hari demi keselamatan,” tegas AKP Made Jata.

Kadishub Lamongan menyambut baik rakor ini sebagai forum penyamaan persepsi. Ia mengungkapkan bahwa dari 50 titik prioritas, hanya 19 yang memiliki pos jaga dan palang pintu. Sisanya masih bergantung pada swadaya masyarakat atau belum memiliki sistem pengamanan memadai.

PT KAI Daop 8 turut menyampaikan rencana penambahan petugas jaga di 26 titik selama masa angkutan Lebaran. Selain itu, akan ada 11 perjalanan tambahan kereta api yang melintas pada jam rawan (22.00–05.00 WIB), sehingga kesiapsiagaan ekstra sangat diperlukan.

Rakor ini menjadi langkah strategis membangun sinergi antar-stakeholder. Dengan kolaborasi yang solid, pengamanan perlintasan sebidang di Lamongan diharapkan semakin optimal. Masyarakat pun dapat mudik dan merayakan Idulfitri 2026 dengan rasa aman dan nyaman. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *