Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Ganggu Aktivitas Warga Ngawi

admin
Hujan Disertai Angin Kencang,

NGAWI MDN – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi pada Jumat (6/3/2026) sore, mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan menimpa rumah warga serta menghambat arus lalu lintas di sejumlah titik.

Peristiwa pertama terjadi di Dusun Duren, Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo sekitar pukul 17.00 WIB. Sebuah pohon randu roboh menimpa rumah milik Sinah (80). Bagian atap rumah mengalami kerusakan dengan taksiran kerugian mencapai Rp5 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas Polsek Jogorogo bersama relawan dan warga segera melakukan evakuasi serta membantu membersihkan puing-puing.

Tak lama berselang, sekitar pukul 17.30 WIB, pohon jati tumbang di Jalan Jogorogo–Magetan, tepat di depan lapangan SMPN 1 Kendal, Kecamatan Kendal. Pohon yang melintang di badan jalan sempat menimbulkan kemacetan. Petugas Polsek Kendal bersama masyarakat bergerak cepat mengevakuasi sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Kejadian serupa juga terjadi di Desa Paras, Kecamatan Pangkur, sekitar pukul 18.15 WIB. Sebatang pohon jati tumbang ke jalan raya akibat terpaan angin kencang. Polsek Pangkur bersama relawan dan warga menyingkirkan batang pohon sehingga jalur kembali aman dilalui.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. “Curah hujan masih cukup tinggi disertai angin kencang. Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah dan menghindari berteduh di bawah pohon besar,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan, jajaran Polres Ngawi bersama BPBD, relawan, dan masyarakat akan terus bersiaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. “Kami berkomitmen melakukan langkah cepat di lapangan agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir,” tegasnya.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Ngawi telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem pada 1–10 Maret 2026. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *