Polemik Aset Desa Kemlagilor Memanas, Warga Ancam Gelar Demonstrasi

admin
Polemik Aset Desa Kemlagilor Memanas

LAMONGAN | MDN – Isu dugaan penjualan aset desa berupa tanah eks Balai Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, kembali mencuat dan memicu ketegangan di tengah masyarakat. Meski Pemerintah Desa (Pemdes) mengklaim persoalan telah diselesaikan lewat musyawarah, warga menilai penyelesaian tersebut tidak transparan dan berpotensi cacat prosedur.

Kepala Dusun Baru, Masrukin, saat ditemui di Balai Desa Kemlagilor, mengakui adanya polemik tersebut. Ia menyebutkan bahwa aset yang sempat dialihkan sudah dikembalikan, bahkan tanah pengganti telah dibeli di sekitar apotek setempat. “Masalah ini sudah selesai melalui musyawarah desa pada Kamis malam (4/3/2026). Tanahnya juga sudah dibelikan lagi,” ujarnya. Menurutnya, pertemuan itu dihadiri unsur terkait sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan aset desa.

Namun, klaim penyelesaian dari Pemdes tidak serta-merta meredakan keresahan warga. Sejumlah tokoh masyarakat menilai musyawarah tidak menjawab persoalan legalitas pengalihan aset. Bahkan, koordinasi warga semakin intensif dan laporan telah disampaikan ke Camat Turi. “Warga sudah siap turun ke jalan kalau tidak ada kejelasan. Yang mendaftar ikut aksi ada sekitar 200 orang,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Situasi yang kian panas membuat aparat kepolisian melalui unit intelijen turun ke lapangan untuk memantau potensi konflik. Kehadiran Kanit Intel dalam rapat warga menandakan bahwa stabilitas keamanan di Kemlagilor kini menjadi perhatian serius.

Kasus ini disebut telah masuk dalam laporan pengaduan ke Kejaksaan Negeri Lamongan. Publik menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada pelanggaran wewenang maupun indikasi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan aset desa. Bagi warga, proses hukum dianggap sebagai jalan penting untuk mengembalikan kepercayaan terhadap akuntabilitas pemerintahan desa. [Bed&Luq]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *