SIDOARJO | MDN – Angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Sedati, Minggu (15/3), meninggalkan kerusakan cukup parah di sejumlah desa. Sedikitnya 76 rumah warga di Desa Segoro Tambak dan Desa Buncitan mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.
Senin pagi (16/3), Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama jajaran BPBD dan Dinas Sosial meninjau langsung kondisi rumah warga terdampak. Ia memastikan pemerintah daerah segera menyalurkan material perbaikan agar proses rehabilitasi bisa dimulai secepatnya.
“Dari total 76 rumah, ada 20 yang rusak berat. Material harus segera turun hari ini dan besok, karena kita sudah mendekati Lebaran,” tegas Subandi saat sidak di Desa Segoro Tambak.
Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah warga yang menggunakan asbes. Kencangnya angin membuat atap terbang dan merusak bangunan. Desa Segoro Tambak tercatat sebagai wilayah paling terdampak dengan 66 rumah rusak, sementara di Desa Buncitan ada 10 rumah.
Pemkab Sidoarjo akan menanggung perbaikan rumah yang rusak berat, termasuk rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni. Salah satunya rumah Teti di Desa Buncitan, yang selain atapnya lapuk juga akan dilakukan peninggian lantai sebelum pemasangan keramik.
“Material asbes dan kayu kita siapkan. Kalau ada kerusakan lain akan kita data lagi. Yang penting pemerintah hadir membantu warga,” tambah Subandi.
BPBD Sidoarjo sendiri telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan melakukan pendataan lanjutan. Kalaksa BPBD Sabino Mariano menyebut, selain Sedati, angin puting beliung juga berdampak di Kecamatan Waru, Tulangan, dan Tarik. Penanganan dilakukan bertahap sambil mengantisipasi potensi cuaca ekstrem pada 20–25 Maret mendatang.
“Kami terus lakukan assessment agar perbaikan bisa segera berjalan. Harapannya tidak ada korban jiwa maupun kerugian lebih besar,” ujar Sabino. [SWD]













