Antrean LPG 3 Kg di Tuban, Pemkab Imbau Warga Tak Panik

admin
Antrean LPG 3 Kg di Tuban, Pemkab Imbau Warga Tak Panik

TUBAN | MDN – Antrean panjang warga di sejumlah pangkalan LPG 3 kg dalam beberapa hari terakhir menimbulkan keresahan di Kabupaten Tuban. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sehingga distribusi gas subsidi tetap merata dan tepat sasaran.

Direktur Agen Gas LPG PT Minyak Gas Utama Tuban, Krisbudi, memastikan pasokan LPG 3 kg di wilayah Tuban sebenarnya aman. Menurutnya, antrean yang terjadi lebih disebabkan kendala teknis distribusi, terutama keterlambatan kendaraan pengiriman. “Tidak ada pengurangan kuota. Agen kami mendapat jatah 560 tabung per hari. Kekosongan kemarin hanya sementara, hari ini sudah kembali normal,” jelasnya, Selasa (7/4).

Ia menambahkan, kekhawatiran warga turut memicu lonjakan permintaan. Banyak konsumen membeli lebih dari satu tabung untuk cadangan, sehingga menimbulkan kesan kelangkaan. “Kalau pembelian dilakukan seperti biasa, stok sebenarnya mencukupi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan, Pertamina menambah distribusi dengan 25 armada tambahan selama lima hari, mulai 7 hingga 11 April. Setiap hari lima armada disiapkan sesuai kebutuhan masing-masing agen, dengan koordinasi bersama dinas terkait.

Dari sisi pangkalan, pasokan disebut tetap stabil. Wahyu Mulyahati dari Pangkalan Eko Kurniawan Karang menuturkan, tingginya permintaan membuat pihaknya melakukan pembatasan sesuai kuota agar distribusi merata. Hal senada disampaikan Jannah dari Pangkalan Tulus Kasiyanto Kingking, yang bahkan sempat menerima tambahan distribusi. “Kami prioritaskan warga sekitar dengan sistem satu kartu keluarga satu tabung,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tuban kembali menegaskan agar masyarakat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi yang terdaftar melalui laman subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg. Dengan begitu, warga bisa memperoleh harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 sesuai ketentuan. Dukungan tambahan pasokan diharapkan mampu menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus menimbun. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *