Gejolak Global Ganggu Proyek Daerah, Tuban Lakukan Penyesuaian Anggaran Infrastruktur

admin
Gejolak Global Ganggu Proyek Daerah MDN

TUBAN | MDN – Pemerintah Kabupaten Tuban menghadapi tantangan serius dalam pelaksanaan proyek infrastruktur tahun anggaran 2026. Lonjakan harga energi dunia akibat konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat–Israel berdampak langsung pada kenaikan harga material konstruksi, memaksa Pemkab melakukan penyesuaian menyeluruh terhadap rencana proyek yang telah disusun dalam APBD.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Tuban, Agung Supriyadi, mengakui bahwa kondisi tersebut membuat sejumlah paket proyek belum bisa dilelang. “Harga material seperti aspal, baja, dan besi beton naik cukup signifikan. Kami harus menyesuaikan HPS agar proyek tetap realistis,” ujarnya.

Surat resmi dari Pertamina mencatat kenaikan harga aspal per April 2026, menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perhitungan anggaran. Penyesuaian ini tidak hanya menunda jadwal lelang, tetapi juga berpotensi mengurangi volume pekerjaan. Misalnya, pembangunan jalan yang semula direncanakan sepanjang dua kilometer kini bisa menyusut menjadi sekitar 1,8 kilometer.

Agung menambahkan, untuk proyek gedung, penyesuaian dilakukan lebih hati-hati karena perubahan harga berdampak langsung pada struktur dan desain bangunan. “Kami akan hitung ulang agar tidak mengorbankan kualitas konstruksi,” jelasnya.

Meski belum ada kepastian waktu penyelesaian revisi HPS, Pemkab menargetkan percepatan agar proyek-proyek prioritas seperti Jalan Lingkar Selatan (JLS) dapat segera dilelang. “Pokoknya secepatnya,” tegas Agung.

Sementara itu, kalangan kontraktor memilih menunggu kepastian harga sebelum mengikuti tender. Salah satu kontraktor lokal, AM, menyebut kenaikan harga aspal sudah di luar batas wajar. “Kalau dipaksakan dengan HPS lama, bisa-bisa kontraktor rugi besar. Jadi lebih baik menunggu penyesuaian,” katanya.

Situasi ini menunjukkan bagaimana gejolak ekonomi global dapat berimbas langsung pada pembangunan daerah. Pemkab Tuban kini fokus menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan keberlanjutan proyek agar target pembangunan tetap tercapai tanpa mengorbankan kualitas. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *