Warta  

26 Tiang PJU di Ruas Mantup–Balongpanggang Mati Total, Pengendara Keluhkan Jalan Gelap dan Rawan Kecelakaan

admin
Jalan berkerikil malam yang berbahaya MDN

LAMONGAN | MDN – Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di ruas Mantup–Balongpanggang kembali dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Meski puluhan tiang lampu telah berdiri di sepanjang jalur tersebut, sebagian besar tidak berfungsi sehingga jalan tetap gelap saat malam hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sekitar 26 titik PJU yang mati total. Titik-titik tersebut tersebar mulai dari kawasan Bulu, Tugu, Ayam Alas, melewati sejumlah permukiman warga, hingga Desa Sumberkerep yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gresik.

Ruas Mantup–Balongpanggang merupakan jalur penghubung strategis antara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Namun, minimnya penerangan membuat pengguna jalan merasa tidak aman, terutama saat melintas pada malam hingga dini hari.

Salah seorang pengendara mengaku kecewa karena fasilitas yang sudah terpasang tidak memberikan manfaat.

“Tiangnya sudah berdiri kokoh, tetapi lampunya tidak menyala. Padahal keberadaan lampu jalan sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar. Mereka menilai kondisi gelap di sepanjang jalur tersebut meningkatkan risiko tindak kriminal sekaligus memperbesar potensi kecelakaan lalu lintas.

Menurut warga, persoalan lampu jalan mati bukan terjadi dalam waktu singkat, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang jelas dari instansi terkait.

Situasi diperparah dengan kondisi jalan yang saat ini masih dalam proses perbaikan. Beberapa titik masih ditimbun batu kerikil, terdapat lubang, serta permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi itu dinilai semakin berbahaya ketika dilalui dalam keadaan minim penerangan.

“Jalan sedang diperbaiki, banyak kerikil dan lubang. Kalau malam hari sangat berisiko karena gelap. Kami berharap lampu jalan segera diperbaiki,” kata seorang warga.

Warga menyebut ruas Mantup–Balongpanggang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan. Karena itu, keberadaan penerangan jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi mengurangi risiko kecelakaan maupun aksi kejahatan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan serta mengaktifkan kembali seluruh PJU yang mati, agar fasilitas umum yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.  [AT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *