Warta  

Dukung Fasilitas Pendidikan, Kapolres Kediri Letakkan Batu Pertama Ruang Bermain Indoor TK Kemala Bhayangkari 43 Pare

admin
IMG 20260512 WA0026 copy 1280x768

KEDIRI | MDN — TK Kemala Bhayangkari 43 Pare segera memiliki ruang bermain baru yang lebih nyaman dan aman.

Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan ruang bermain indoor lantai dua di lingkungan sekolah yang berada di Jalan Semeru, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (12/5/2026).

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., hadir langsung dalam prosesi tersebut bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, pihak sekolah, serta perwakilan BRI Cabang Pare yang turut mendukung pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

Pembangunan ruang bermain indoor itu direncanakan berlangsung sekitar 45 hari atau satu setengah bulan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang aktivitas belajar sekaligus ruang bermain anak agar lebih aman dan representatif.

Dalam sambutannya, AKBP Bramastyo menegaskan bahwa fasilitas pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak sejak usia dini.

“Lingkungan belajar yang nyaman dan fasilitas yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak. Ruang bermain indoor ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan belajar, bermain, dan menumbuhkan kreativitas anak-anak,” ujar Beliau.

AKBP Bramastyo juga mengapresiasi dukungan BRI Cabang Pare yang ikut berkontribusi dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Menurut Beliau, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mendukung kualitas pendidikan di daerah.

Sementara Kepala Cabang BRI Pare, Tri Suseno, mengatakan bantuan pembangunan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak usia dini.

“Fasilitas pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap proses pertumbuhan dan pembelajaran anak. Harapannya, ruang bermain ini dapat menjadi tempat yang aman dan bermanfaat bagi anak-anak dalam mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka,” jelas Tri Suseno.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung sederhana dan penuh keakraban, ditandai dengan do’a bersama serta pemotongan tumpeng sebelum pembangunan dimulai.[Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *