Daerah  

Tolong buatkan berita untuk media online MDN, dan 3 judul beritanya yang Bombastis, serta buat juga 5 Tag yang kuat agar dapat ter Index di Google News, mendatar dengan dipisahkan Koma. Buat berita versi beda dengan yang sudah ada, dengan penulisan yang benar sesuai kaidah Jurnalistik: BOJONEGORO | MDN – Isu pencopotan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro, menjadi perbincangan ramai masyarakat. Mencuat dugaan pemicu pencopotan karena rugi akibat menggelar acara HUT BPR konser 3 Dekade, yang berlangsung mewah. Direktur PT BPR Bojonegoro Sutarmini diganti pada, 25/5/2025, digantikan pelaksana tugas (Plt), Moch Arief. Saat dikonfirmasi awak media ini Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Bojonegoro, Laila Nur Aini, menjelaskan pergantian jabatan Direktur sudah direncanakan mengingat lamanya masa kerja yang telah dijalani Sutarmini. “Masa jabatan itu sudah seharusnya ganti karena Bu Sutarmini sudah menjabat dua periode dari tahun 2017 hingga kini 2026 dan ini sudah 2 periode,” jelasnya, Kamis (28/5/2026). Menurut Laela, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) sengaja digelar lebih awal pada 25 Mei 2026 agar tidak terjadi kekosongan jabatan direksi. Dia juga menambahkan jika pergantian tersebut sama sekali tidak terkait isu kerugian ataupun polemik lain yang ramai diperbincangkan di media sosial. “Pergantian ini tidak ada hubungannya dengan isu kerugian ataupun ramai di medsos. Kasihan juga Bu Tarmini kalau dikait-kaitkan begitu. Ini murni masa jabatannya habis,” tegasnya. Sementara itu, proses seleksi Direktur Utama definitif juga mulai dipersiapkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro disebut telah membentuk panitia seleksi untuk proses rekrutmen direksi baru. Menurut Laela, proses pengisian jabatan direksi BPR membutuhkan waktu cukup panjang karena harus melalui tahapan administrasi internal hingga persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di sisi lain, eks Dirut BPR Sutarmini belum memberikan respon terkait pencopotan jabatannya tersebut. Pihak BPR sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi bahwa konser tersebut bukan menggunakan dana APBD dan merupakan bagian strategi promosi perusahaan. Selain itu, hingga kini belum ada laporan resmi maupun hasil audit yang menyatakan BPR Bank Daerah Bojonegoro mengalami kerugian akibat event konser tersebut. Perlu diketahui, Moch Arief sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Operasional dan Bisnis di Bank Daerah Bojonegoro. Penunjukan Plt biasanya dilakukan sambil menunggu proses penetapan Direktur Utama definitif berikutnya.

admin
Pergantian Dirut BPR Bojonegoro

BOJONEGORO | MDN – Pergantian jabatan Direktur PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro memicu beragam spekulasi publik. Isu pencopotan Sutarmini dari kursi Direktur Utama pada 25 Mei 2026 ramai dikaitkan dengan dugaan kerugian akibat konser perayaan 3 Dekade BPR. Namun, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa pergantian tersebut murni karena berakhirnya masa jabatan.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Bojonegoro, Laila Nur Aini, menjelaskan bahwa Sutarmini telah menjabat selama dua periode sejak 2017 hingga 2026. “Masa jabatan itu sudah seharusnya berganti. Tidak ada kaitannya dengan isu kerugian ataupun polemik di media sosial,” tegasnya, Kamis (28/5/2026).

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) digelar lebih awal untuk menghindari kekosongan jabatan direksi. Moch Arief, yang sebelumnya menjabat Direktur Operasional dan Bisnis, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama hingga proses seleksi definitif selesai.

Pemkab Bojonegoro kini tengah menyiapkan panitia seleksi untuk rekrutmen direksi baru. Proses ini diperkirakan memakan waktu panjang karena harus melalui tahapan administrasi internal hingga persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, pihak BPR menegaskan bahwa konser 3 Dekade bukan menggunakan dana APBD, melainkan strategi promosi perusahaan. Hingga kini, belum ada laporan resmi maupun hasil audit yang menyatakan adanya kerugian akibat acara tersebut.

Eks Direktur Utama Sutarmini sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait pencopotannya. Publik pun menunggu klarifikasi lebih lanjut di tengah ramainya isu yang beredar. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *