Kampanye Kebersihan Unik di Sendang Beron, Tong Sampah Bertuliskan “Timpit Simpih” Bikin Pengunjung Penasaran

admin
Kampanye kebersihan unik di Sendang Beron

TUBAN | MDN – Beragam cara dilakukan pengelola destinasi wisata untuk mengajak pengunjung menjaga kebersihan lingkungan. Namun, yang dilakukan pengelola Wisata Alam Sendang Beron di Kabupaten Tuban terbilang cukup unik dan mengundang perhatian.

Di sejumlah titik kawasan wisata, pengunjung dapat menemukan tong sampah dengan tulisan tidak biasa, yakni “TIMPIT SIMPIH”. Sekilas, kalimat tersebut terdengar asing dan membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai maknanya.

Namun setelah dicermati, tulisan tersebut ternyata merupakan bentuk plesetan yang sengaja dibuat sebagai media kampanye kebersihan. Cara kreatif itu dinilai mampu menarik perhatian pengunjung sehingga pesan untuk membuang sampah pada tempatnya lebih mudah diingat.

Keberadaan tulisan unik tersebut juga kerap menjadi bahan perbincangan para wisatawan. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti sejenak untuk membaca dan mengabadikannya melalui foto sebelum akhirnya memahami maksud yang ingin disampaikan pengelola.

Salah seorang pengunjung mengaku awalnya bingung dengan tulisan yang tertera pada tong sampah tersebut. Namun setelah dijelaskan, ia menilai cara tersebut cukup efektif karena berbeda dari biasanya.

“Awalnya saya tidak paham artinya. Tapi justru karena unik, orang jadi penasaran dan membaca. Akhirnya pesan kebersihannya tersampaikan,” ujarnya.

Pengelola Sendang Beron sengaja menggunakan pendekatan kreatif agar edukasi mengenai kebersihan tidak terkesan monoton. Dengan sentuhan bahasa plesetan yang akrab di telinga masyarakat, mereka berharap pengunjung lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan wisata.

Upaya sederhana itu terbukti mampu menarik perhatian wisatawan sekaligus menjadi daya tarik tersendiri di kawasan Sendang Beron. Selain menikmati suasana alam yang asri, pengunjung juga mendapatkan pesan moral penting tentang menjaga kebersihan bersama.

Kampanye kreatif semacam ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak selalu harus dilakukan dengan cara formal. Sentuhan humor dan kreativitas justru dapat membuat pesan lebih mudah diterima dan diingat oleh masyarakat. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *