Opini  

Cak Mael Soroti Aksi LSM Luar Daerah di Wringinanom: Kedepankan Etika, Jangan Asal Gaduh!

admin
Cak Mael

GRESIK | MDN – Jurnalis investigasi senior, Cak Mael, melayangkan kritik tajam terhadap aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah elemen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari luar daerah di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Aksi tersebut dinilai minim etika dan justru memicu keresahan di tengah masyarakat setempat.

Cak Mael menegaskan bahwa meskipun kontrol sosial merupakan hak konstitusional bagi setiap elemen masyarakat, namun implementasinya tetap terikat pada tatanan sosial dan etika berkomunikasi. Ia menyayangkan pola pergerakan yang langsung turun ke jalan tanpa melalui tahapan tabayun atau klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.

“Sebagai sesama penggiat sosial, saya sangat menyayangkan cara-cara yang mengedepankan kegaduhan di atas dialog. Datang dari luar wilayah, lalu langsung melakukan orasi tanpa verifikasi, adalah bentuk pengabaian terhadap kearifan lokal. Ini terkesan egois dan hanya ingin menang sendiri,” ujar Cak Mael saat ditemui, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, jika terdapat indikasi penyimpangan terkait penggunaan anggaran negara, mekanisme yang profesional adalah menempuh jalur resmi. Ia mengingatkan bahwa setiap anggaran pemerintah telah memiliki sistem monitoring dan evaluasi (monev) serta pengawasan melekat dari lembaga auditor resmi.

“Ada alur yang jelas jika ingin mengawal anggaran negara. Gunakan jalur klarifikasi resmi, baik melalui inspektorat maupun instansi berwenang lainnya. Langkah ini jauh lebih objektif dan valid daripada sekadar membangun asumsi liar lewat aksi jalanan yang hanya memicu kegaduhan,” tambahnya.

Cak Mael pun menyoroti pentingnya sinergi antara LSM, media, dan aparat pemerintah. Ia berharap, kejadian di Wringinanom ini menjadi evaluasi bagi seluruh pegiat sosial agar tidak menjadikan demonstrasi sebagai langkah pertama, melainkan opsi terakhir setelah jalur komunikasi tidak lagi efektif.

“Kami tidak antipati terhadap kritik, namun kami menuntut objektivitas. Mari kita jaga stabilitas daerah dengan cara-cara yang elegan, profesional, dan tetap menjunjung tinggi prinsip koordinasi,” tutupnya.
Penulis: [Mael]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *